Said Aqil Ingatkan Ada Ratusan Santri NU di China

CNN Indonesia | Kamis, 30/01/2020 02:45 WIB
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj meminta pemerintah untuk segera memulangkan WNI dari China, termasuk para santri NU di sana. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. (CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta pemerintah lekas memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terisolasi di Kota Wuhan, China. Said Aqil menyebut urgensi pemulangan tersebut akibat wabah virus Corona yang menurutnya sangat riskan.

"Mahasiswa atau WNI yang ada di China sebaiknya seperti apa. Kalau boleh, pulang aja dulu. Karena sangat mematikan virus itu," ujarnya kepada wartawan setelah menghadiri Sosial Media NU Gathering di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (29/1).

Meski tak memegang rincian data, menurutnya tak sedikit WNI yang tercatat sedang berada di China dan beberapa di antaranya merupakan santri serta mahasiswa NU yang mengenyam pendidikan disana.


"Ada banyak [santri NU di China] lebih dari seratus," ujarnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Helmy Faishal mengimbau kepada WNI di Kota Wuhan untuk selalu patuh pada anjuran pemerintah.

"Ikutilah anjuran pemerintah untuk sementara yang di daerah terisolasi itu, karantina itu," tuturnya,

Selain itu mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia tersebut meminta seluruh lapisan masyarakat Indonesia khususnya di China untuk lebih waspada. Berkaca pada aksi tanggap negara lain, dia sangat berharap pemerintah aktif berperan dan secepatnya mengevakuasi WNI di China

"Saya kira negara-negara harus melakukan itu ya. Saya minta Pemerintah Indonesia untuk bisa mengevakuasi warga negara kita juga," ujarnya.

Sebelumnya, sesuai data kementerian luar negeri RI, tercatat 100 WNI di Wuhan. Mereka terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu mahasiswa dari tempat lain. Sedangkan di Provinsi Hubei tersebar 243 WNI.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah Indonesia diketahui memulai mempersiapkan mekanisme evakuasi. Tak lepas dari instruksi dari Kemlu, TNI AU tengah mempersiapkan 3 (tiga) pesawat yang siap diterbangkan untuk menjemput WNI dari wilayah karantina penyebaran virus corona di China.

Kasus penyebaran virus corona pertama kali dikonfirmasi pada 31 Desember 2019. Wabah virus corona diduga pertama menyebar dari pasar ikan dan hewan yang berada di tengah kota Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China.

Hingga kini, terdapat lebih dari 6.000 orang yang terinfeksi virus corona di China. Per Rabu (29/1), sebanyak 132 orang dilaporkan meninggal di China akibat terinfeksi virus serupa Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) itu.

Sejumlah negara lain juga telah terpapar virus corona seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Macau, Nepal, Sri Lanka, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Nepal, Sri Lanka, dan Kamboja.


--

Catatan redaksi: Judul berita diubah pada Kamis (30/1) karena kesalahan pada redaksi. CNNIndonesia.com meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.   (mel/ain)