Sultan Jogja Sikapi Lokasi Karantina Corona di Natuna

CNN Indonesia | Senin, 03/02/2020 17:36 WIB
Sultan Jogja Sikapi Lokasi Karantina Corona di Natuna Sri Sultan Hamengku Buwono X tak akan mendiskriminasi warga Yogyakarta jika ada yang dikarantina di Natuna (Agus Nugroho)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X turut angkat suara soal keputusan pemerintah yang mengarantina WNI dari Wuhan, China di Natuna. Langkah itu ditentang warga Natuna yang cemas virus menyebar di wilayah tempat tinggalnya.

Menurut Sultan HB X, tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika memang WNI dari Wuhan, China tak ada yang terinfeksi virus corona.

"Kalau memang selama dalam karantina itu tidak ada kelainan kan tidak ada masalah," ucap Sultan HB X di Yogyakarta, Senin (3/2).


Sultan HB X juga tidak ingin ada warganya yang didiskriminasi jika sudah dipulangkan dari Natuna. Tak perlu pula menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan apabila sudah dinyatakan sehat.

Sejauh ini, Sultan HB X sendiri belum tahu ada atau tidak warga Yogyakarta yang dikarantina di Natuna.

"Kalau memang sudah sembuh ya tidak apa-apa. Tahapannya kan itu setelah 14 hari ada report dari kemenkes RI," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pembayun Setyaning Astutie mengatakan hal serupa. Belum ada informasi warga Yogyakarta dipulangkan dari Wuhan, China lalu dikarantina di Natuna.

"Kalau itu ada, maka setelah dari sana, tentu saja kami bukan kemudian memperlakukan mereka sebagai orang yang terinfeksi tetapi kami pantau," jelasnya.

Di Yogyakarta sendiri ada 2 rumah sakit yang ditunjuk Kemenkes untuk menangani kasus diduga virus corona. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga turut dipasang Thermal Scanner untuk mengecek orang yang terindikasi mengidap gejala virus corona.
Warga Natuna menolak WNI dari Wuhan, China dikarantina di wilayahnya Warga Natuna menolak WNI dari Wuhan, China dikarantina di wilayahnya (ANTARA FOTO/Cherman)
DPR Bela Pemerintah Pusat

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memastikan bahwa pemerintah memiliki pertimbangan matang dalam memilih Natuna sebagai tempat karantina WNI dari Wuhan, China.

Dia berharap warga Natuna bisa menerima keputusan pemerintah.

"Pemerintah dalam melakukan penempatan di Natuna itu kan dengan suatu pertimbangan dan dijamin tidak akan mengganggu kesehatan dari masyarakat yang ada sekarang," kata Azis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/2)

Politikus Golkar itu menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan standar yang ditetapkan World Health Organization (PBB) dalam mengarantina dan observasi WNI di Natuna. karenanya, menurut Azis, warga Natuna tidak perlu khawatir berlebihan.

"Mudah mudahan ini bisa kita netralisir, kita ajak pertemuan-pertemuan supaya bisa menerima dan memahami kondisi-kondisi," ujarnya.

Warga Natuna menolak WNI dari Wuhan, China dikarantina di daerahnya. Unjuk rasa dilakukan di sejumlah lokasi.

Namun, pemerintah tetap melakukan itu. WNI tiba di Natuna pada Minggu (2/2). Mereka dikarantina di Pangkalan Udara TNI Raden Sadjad Ranai.

Warga Natuna tak kunjung menerima. Mereka kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Senin (3/2).

"Apa pun alasannya bukannya kami tidak berbesar hati. Masyarakat Natuna ingin minta dipindahkan ke kapal perang atau daerah lain. Ini bukan masalah kemanusiaan saja, tetapi juga menyangkut kemanusiaan juga," kata Ropihudin melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]


(Sut/bmw)