FPI Cs Akan Gelar Aksi 212 Tuntut Usut Kasus Harun Masiku

CNN Indonesia
Selasa, 04 Feb 2020 13:44 WIB
FPI bersama GNPF Ulama dan PA 212 menyatakan bakal menggelar aksi 212 menuntut pemberantasan korupsi pada 21 Februari 2020. Sekretaris Umum FPI Munarman. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar aksi menuntut pemberantasan korupsi pada 21 Februari 2020. Aksi rencananya bakal dipusatkan di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan aparat penegak hukum, seperti Polri, Kejaksaan Agung, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), belum menunjukan sikap serius untuk menuntaskan kasus korupsi yang diduga merugikan negara triliunan rupiah.

"Seruan untuk aksi antikorupsi 21 Februari. Sekaligus juga ajakan tangkap para koruptor," kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/2).

Munarman menyebut sejumlah kasus dugaan korupsi yang perlu diusut tuntas antara lain dugaan suap kepada mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan yang melibatkan mantan caleg PDI-P Harun Masiku.

Kemudian kasus dugaan korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang menjerat Honggo Wendratno dan merugikan negara sekitar Rp36 triliun.
FPI Cs Gelar Aksi 212 Usut Kasus Harun Masiku hingga AsabriSekretaris Umum DPP FPI Munarman. (CNN Indonesia/ Patricia Diah Ayu)

Selanjutnya kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya yang ditaksir merugikan Rp13,7 triliun dan dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata (Asabri) yang ditaksir merugikan hingga Rp10 triliun.

"Diduga kuat mandeg dan mangkraknya penanganan kasus-kasus mega korupsi yang makin menggila tersebut karena melibatkan lingkaran pusat kekuasaan," ujarnya.

FPI, kata dia, menyerukan kepada seluruh elemen rakyat Indonesia untuk terus melakukan perlawanan terhadap rezim yang menyengsarakan rakyat.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga mengajak seluruh elemen rakyat Indonesia untuk mendesak dan mengawal aparat hukum agar segera menuntaskan kasus-kasus mega korupsi tersebut dengan menegakkan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabel.

Munarman mengajak segenap pengurus FPI, GNPF Ulama dan PA 212 di daerah-daerah untuk bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan Islam setempat dan masyarakat menggelar aksi pemanasan pada Jumat 7 dan 14 Februari 2020.

Setelah melakukan aksi di masing-masing daerah, Munarman meminta kepada para pengurus dan anggota FPI, GNPF Ulaman dan PA 212, serta masyarakat untuk beramai-ramai datang ke Jakarta guna mengikuti aksi 212 berantas korupsi.

"Mendesak kepada aparat keamanan di tingkat pusat maupun daerah agar profesional dalam melaksanakan tugas pengamanan secara wajar, serta tidak melakukan tindakan represif terhadap aksi tersebut," kata Munarman. (fra/ain)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER