Pohon Mahoni Dipindah ke Gudang, DKI Anggap Tak Ada Nilainya

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 15:30 WIB
Pemprov DKI menyatakan pohon mahoni yang ditebang akibat revitalisasi Monas tidak dijual karena sudah tak ada nilainya. Pemprov DKI menyatakan pohon mahoni yang ditebang akibat revitalisasi Monas tidak dijual karena sudah tak ada nilainya. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Seksi Pelayanan UPK Monas Irfal Guci mengatakan 191 pohon yang ditebang akibat proyek revitalisasi Monas Pemprov DKI Jakarta telah dipindahkan ke gudang milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

"Pohonnya dibawa ke Gudang Sudin Kehutanan, di Monas hanya ada ditinggal tujuh potong pohon dengan panjang satu meter," kata Irfal saat dihubungi, Rabu (5/2).

Irfal mengatakan setidaknya ada delapan jenis pohon yang ditebang buntut revitalisasi Monas. Beberapa di antaranya Pohon Mahoni, Sawo Kecil, Glodokan Tiang, Trembesi dan Tabebuya.

"Ganti pohonnya adalah Mahoni, Bungur, Trembesi dan Pule. Informasinya di Gudang Pulogadung, Jakarta Timur," jelas dia.


Sementara Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah memastikan bahwa pohon Mahoni yang ditebang tidak dijual. Ia menyatakan pohon-pohon yang ditebang sudah tidak memiliki nilai.

"Enggak (dijual). Saya yakin enggak ada nilainya juga," tegas dia.

Saefullah juga memastikan bahwa penebangan pohon sudah dilakukan dengan sesuai prosedur. Penebangan pohon juga disertakan dengan Berita Acara Penebangan.

"Ada di Cipta Karya ada. Omongan angka itu saya kumpulkan dulu mana berita acara, itu jadi pegangan," tutup dia.

Hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut mengenai revitalisasi Monas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sudah menghentikan proyek sementara menunggu revitalisasi Monas mendapat restu dari pemerintah pusat.

Belakangan, kawasan Monas ditanam pohon baru jenis Pule. Pohon baru itu diletakkan di pinggir sisi kiri dan kanan dari Plaza yang direvitalisasi.

Kata Irfal, pohon itu bukan dikerjakan oleh UPT Monas, melainkan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI.

"Pekerjaannya kan dari Citata, saya enggak tahu berapa pohonnya. Kalau jenisnya yang sudah datang itu pule. Apakah pule semua, saya juga tidak tahu. Ada berapa, saya tidak tahu. Tapi itu pohon baru," kata Irfal saat dihubungi, Selasa (4/2).

Irfal memastikan bakal ada pergantian pohon yang sudah ditebang setidaknya tiga kali lipat daru jumlah awal. Penanaman akan dilakukan secara bertahap.

"Penggantiannya kan tiga kali lipat dari 191, berarti masih ada jatahnya, di mananya belum disepakati, kita belum tahu, tapi tetap di Monas," tutup dia.

(ctr/gil)