Prabowo: Ratusan WNI yang Diobservasi di Natuna Bisa Karaoke

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 18:47 WIB
Prabowo: Ratusan WNI yang Diobservasi di Natuna Bisa Karaoke WNI yang dikarantina di Natuna karena wabah corona. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani karantina dan observasi di Pangkalan Udara Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, mendapat alat-alat musik, seperti keyboard.

Prabowo menyebut ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, karena penyebaran virus corona bisa karaoke bersama.

"Jadi rupanya mereka juga banyak latihan nyanyi di dalam (pusat karantina dan observasi)," kata Prabowo usai meninjau ratusan WNI di Natuna, dalam jumpa pers dikutip dari CNNIndonesia TV, Rabu (5/2).


Prabowo menyatakan aktivitas bernanyi selama menjalani observasi selama 14 hari ini juga untuk menjaga mental mereka.

"Kadi mereka gembira, mudah-mudahan 12 hari aman,  mereka kembali ke keluarga," ujarnya.

Prabowo menyambangi pusat observasi ratusan WNI itu bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Namun, ketua umum Partai Gerindra itu tak bisa berbincang langsung dengan mereka.

Prabowo menyebut obat-obatan untuk para ratusan WNI itu dan petugas yang bekerja di ring 1 terus diperhatikan. Obat-obat ini dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

[Gambas:Video CNN]


"Kita waspada dan tetap kita harus sigap, tapi kita jangan panik," ujarnya.

Sementara Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku akan rutin berada di Natuna untuk memantau langsung kegiatan observasi ratusan WNI dan kesehatan masyarakat setempat.

Meskipun demikian, Terawan mengaku harus tetap menyelesaikan pekerjaan di Jakarta. Seperti menghadiri rapat kerja dengan anggota DPR beberapa waktu lalu.

"Tapi paling tidak seluruh staf saya , termasuk staf khusus, ada eselon 1 saya, semua ada di sini, sehingga saya bisa memantua, dan saya akan di sini," kata Terawan dalam kesempatan yang sama, dikutip dari CNNIndonesia TV.

"Jadi saya akan terus pantau dengan sangat ketat, dan itu sesuai protokol, ketat tapi tidak tegang, itu yang harus kami jalankan," ujar Terawan menambahkan.

Namun di Natuna, Prabowo tidak bisa menemui langsung para WNI yang diobservasi karena aturan ketat yang berlakukan selama masa observasi.

"Beliau menyesalkan dan mohon maaf kepada 238 WNI disana, karena aturan yang ketat selama masa observasi tidak diizinkan kontak langsung," kata juru bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Beliau hanya bisa menyapa dari dalam Bus," tambahnya.

Dalam rekamanan video yang juga dikirimkan oleh Dahnil, terlihat Prabowo yang mengenakan masker berwarna hijau itu melambaikan tangannya beberapa kali kepada sejumlah WNI yang berada di luar bus. 

Prabowo terlihat disambut meriah oleh para warga yang sudah beberapa hari berada di Natuna itu.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan membenarkan ada satu orang Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat dari Wuhan, China, yang ikut diobservasi di Natuna, terkait wabah virus corona.

Sebanyak 243 orang yang diobservasi di Natuna. Mereka terdiri dari 237 WNI, 1 WNA, dan 5 orang Tim Aju Kemenlu. WNA yang ikut dievakuasi dari Wuhan, merupakan suami dari salah satu WNI yang diobservasi.
(fra/sur)