MKD Gelar Rapat Bahas Kasus Andre Rosiade Senin Pekan Depan

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 10:54 WIB
MKD Gelar Rapat Bahas Kasus Andre Rosiade Senin Pekan Depan Anggota Panja dari fraksi Gerindra Andre Rosiade. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan menggelar rapat terkait dengan kabar dugaan penjebakan pekerja seks komersial (PSK) di Padang, Sumatra Barat yang dilakukan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade pada Senin (10/2).

Rencana tersebut diinformasikan oleh anggota MKD DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan.

Namun, ia tak menjawab materi yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Arteria juga tak menjawab saat ditanya apakah MKD telah menerima laporan terhadap Andre saat ini.


"Kami baru rapatkan Senin, tanggal 10 (Februari)," kata Arteria lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/2).
Terpisah, Ketua MKD Aboebakar Alhabsyi tak mau mengonfirmasi perihal kabar gelar rapat terkait kabar dugaan penjebakan PSK di Padang yang dilakukan oleh Andre. Saat konfirmasi terkait rencana tersebut, Aboebakar tidak membantah ataupun membenarkan.

Aboebakar berkata bahwa MKD akan bertindak secara profesional. Menurutnya, pihaknya akan memproses siapapun yang melanggar kode etik sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pada prinsipnya, MKD akan bertindak secara profesional, kita akan tegak lurus. Siapapun yang melanggar kode etik akan kami proses sesuai dengan ketentuan yang ada," ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa MKD akan memproses laporan yang dilayangkan masyarakat terkait kabar dugaan penjebakan PSK di Padang yang dilakukan oleh Andre.

[Gambas:Video CNN]

"Kami tidak mau berspekulasi, nanti jika sudah ada berkas masuk, pasti tim MKD akan menelaah dan melakukan pendalaman," tutur politikus PKS itu.

Sebelumnya, Ombudsman RI menduga terdapat kejanggalan dalam kasus penangkapan PSK berinisial NN di Padang yang melibatkan Andre Rosiade.

Komisioner Ombudsman RI Ninik Rahayu mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Ombudsman Sumbar. Dia menduga ada kesalahan prosedur dalam penindakan kasus prostitusi online tersebut. Di dunia maya, netizen bahkan menuding Andre melakukan skenario penjebakan untuk menggerebek PSK tersebut di salah satu kamar hotel.

"Kasus ini adalah kasus tindak pidana perdagangan orang. Kita semua sepakat melakukan pemberantasan human trafficking ini, tetapi jangan abaikan melindungi korban, apalagi ada kesewenang-wenangan dalam prosesnya," kata Ninik kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/2). (mts/ain)