FOTO : Aksi Greenpeace Desak Perjanjian Laut Internasional

Andry Novelino, CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 02:33 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Greenpeace menggelar aksi damai di depan Kemenko Maritim untuk mendesak Perjanjian Laut Internasional guna menyelamatkan habitat laut dari kerusakan lingkungan.

Greenpeace melakukan aksi damai untuk mendesak penyusunan Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty) di ajang CFD, di depan kantor Kemenko Maritim, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (9/2). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Dengan bertopeng kepala pinguin, para peserta aksi mendesak pemerintah untuk aktif dalam mewujudkan terbentuknya Global Ocean Treaty tersebut. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Perjanjian di tingkat PBB itu dinilai penting untuk melindungi laut dari krisis iklim dan kerusakan lingkungan lebih jauh. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Greenpeace memprediksi perjanjian internasional itu bisa memulihkan 30 persen populasi liar di laut yang kini rusak karena krisis iklim. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Desakan itu dilakukan karena perjanjian itu merupakan peraturan tambahan dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) pada 1982. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Dalam aksi tersebut Greenpeace menempatkan pahatan es berbentuk pinguin untuk mengingatkan pemerintah soal dampak pemanasan global terhadap hewan-hewan laut . (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Perjanjian laut internasional itu diklaim bisa berdampak pula bagi Indonesia. Misalnya, penambahan jumlah ikan di laut Nusantara karena perbaikan habitatnya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Aksi damai ini juga tak lupa mengkritisi kebijakan Pemerintah Jokowi periode kedua yang memperlihatkan kemunduran dalam perlindungan terhadap lingkungan laut. Contohnya, pelonggaran aturan alih muatan ikan di tengah laut dan soal perizinan kapal asing. (CNN Indonesia/Andry Novelino)