Aktris Nanie Darham Ditangkap Polisi Gara-gara Kokain

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 17:05 WIB
Polisi mengatakan aktris Nanie Darham mendapatkan kokain lewat paket dari luar negeri sebelum dijual di Jakarta. Polda Metro Jaya merilis kasus peredaran kokain dan para tersangka, Jakarta, 10 Februari 2020.(CNNIndonesia/Khaira Junaedi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris Nanie Darham ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya lantaran diduga terlibat kasus peredaran kokain.

"Nanie Darham ini aktris film 'Air Terjun Pengantin'," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (10/2) seperti dilansir Antara.

Nanie bersama dua lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka pengguna dan pengedar narkotika jenis kokain.


Yusri menyebut proses pengungkapan kasus berasal dari aduan masyarakat terkait aktivitas pengedaran narkoba.

"Berawal dari informasi dan penyelidikan selama 1 bulan bahwa ada bandar yang memang sering mengedarkan narkoba jenis kokain ini," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya.

Selanjutnya, polisi meringkus JA dan WED di lobby apartemen di kawasan Kuningan, Minggu (2/2). Yusri menyebut WED merupakan seorang pengacara.

Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti yakni 14,86 gram kokain. Masih di hari yang sama, polisi menggeledah kediaman kedua tersangka di Bekasi dan Jakarta Selatan, dan menemukan 8,12 gram kokain dan 9 butir narkotika happy five.

Berdasarkan penuturan JA, narkotika jenis kokain tersebut dibeli dari Nanie Darham (NAD). Polisi kemudian meringkus NAD di lobi apartemen kawasan Setiabudi, Selasa (4/2).

Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti 0,88 gram sabu. Dalam pemeriksaan NAD mengaku mendapat narkotika jenis kokain tersebut dari luar negeri.

[Gambas:Video CNN]
Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Sapta Marpaung mengaku sudah mengantongi identitas bandar narkoba dari luar negeri tersebut, namun belum bisa disampaikan karena masih dalam proses pengembangan kasus.

"Tim masih bergerak karena diduga bandarnya datang dan pergi ke Indonesia dalam waktu tertentu sehingga sulit tahu jadwal ke indonesia, tapi identitas sudah dikantongi," ujar Sapta.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

(Antara, khr/kid)