Kasus Gerebek PSK, Andre Rosiade Tak Akan Lari dari Laporan

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 23:40 WIB
Kasus Gerebek PSK, Andre Rosiade Tak Akan Lari dari Laporan Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, tak ambil pusing jika ada pihak yang melaporkan dirinya ke aparat kepolisian maupun Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait penggerebekan prostitusi di Padang, Sumatera Barat.

Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat itu mengatakan pelaporan apapun yang berkaitan dengan penggerebekan prostitusi daring yang saat ini tengah menjerat dirinya adalah hak dan kewenangan masyarakat.

"Saya terserah masyarakat saja yang penting saya akan, ini kan bagian, semua tindakan akan saya pertanggungjawabkan dunia akhirat," kata Andre di Gedung DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (11/2).


Lagi pula, kata dia, semua hal berkaitan dengan klarifikasi telah dia sampaikan sepenuhnya, termasuk saat dipanggil Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra hari ini.

Selama pemeriksaan yang berlangsung kurang lebih tiga jam tersebut, Andre mengaku telah menyampaikan secara menyeluruh soal polemik penggerebekan prostitusi yang dia lakukan di Sumatera Barat pada akhir Januari lalu.

"Saya sudah memberikan keterangan secara sebenar-benarnya memberikan keterangan, kronologis secara seutuhnya kepada Mahkamah Kehormatan," kata dia.

Untuk saat ini Andre mengaku hanya akan menunggu hasil yang dikeluarkan Mahkamah Kehormatan Partai.

"Tugas saya sebagai kader yang taat, loyal, dan patuh menghadiri panggilan dan jelaskan maka saya ucapkan. Terima kasih sekali lagi kepada majelis dan pimpinan yang berikan kesempatan," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Dalam perkara penggerebekan pekerja seks di Padang yang telah dilakukan Andre, polisi sudah menangkap AS dan NN. AS dan NN diduga terlibat praktik prostitusi daring melalui aplikasi Michat. Polisi menyatakan AS berperan sebagai muncikari, sementara NN jadi pekerja seks.

AS dan NN dijerat dengan pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 UU ITE jo pasal 296 juncto pasal 506 KUHP.

Belakangan, kasus tersebut mencuat dan Andre ramai dicibir warganet terkait aksi penggerebekan berupa penjebakan itu. Sebab ramai, Mahkamah Kehormatan Gerindra memeriksa Andre hari ini. Selain itu, Andre pun bakal diperiksa pula oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR setelahnya.

(tst/kid)