Monash Buka Kampus di Jakarta, Nadiem Harap Ada Kolaborasi

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 19:30 WIB
Monash Buka Kampus di Jakarta, Nadiem Harap Ada Kolaborasi Mendikbud Nadiem Makarim. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendikbud Nadiem Makarim menyambut baik rencana Monash University membuka cabang di Indonesia.

Ia menyatakan hal itu bisa membuka lebar kemungkinan kerja sama antara perguruan tinggi asing dan perguruan tinggi lokal.
"Jadinya malah research partnership-nya dengan universitas lokal banyak sekali. Mereka akan berkolaborasi. Dan kalau research itu berkolaborasi dengan kita, ranking dari pada universitas kita bisa naik," ujar Nadiem di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat setelah mengumumkan kebijakan terkait dana BOS (10/2).

Sebelumnya dalam lawatan ke Australia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan soal rencana pembukaan kampus Monash University di Indonesia. Itu diutarakannya usai pertemuan dengan Perdana Menteri Australia di Canberra, Minggu (9/2).


"Tadi sudah disampaikan Perdana Menteri Scott Morisson mengenai akan dibukanya Monash University di Indonesia," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (10/2).

Monash University juga mengumumkan telah menerima persetujuan dari pemerintah Indonesia untuk mendirikan kampus di Indonesia. Nantinya Monash Indonesia bakal dibangun di Jakarta dan bakal mulai beroperasi 2021.

Kampus cabang Monash di Indonesia adalah untuk pascasarjana yang menawarkan gelar master dan doctor of philosophy (PhD).

Selain itu juga bakal ada program eksekutif dan kredit mikro. Program-program tersebut diklaim bakal mendorong penelitian yang melibatkan industri.

"Pembukaan Monash Indonesia, universitas Australia pertama yang berbasis di Indonesia, akan memungkinkan kami untuk bekerja di dan dengan orang-orang Indonesia dan organisasi mereka untuk mewujudkan peluang masa depan mereka," ujar Presiden dan Wakil Rektor Universitas Monash Margaret Gardner AC seperti dikutip dari Antara kemarin.


[Gambas:Video CNN]

Rencana menerima kampus dari luar negeri membuka cabang di Indonesia sudah digelontorkan Jokowi sejak kepresidenan periode pertamanya, 2014-2019.

"Kami merencanakan untuk membuka kesempatan universitas asing di Indonesia. Itu segera, agar ilmu universal bisa kita capai," ujar Wakil Presiden RI kala itu Jusuf Kalla dalam Simposium Cendekia Kelas Dunia di Hotel Sultan, Jakarta, 21 Desember 2017.

Jokowi juga tercatat pernah menekankan hal tersebut saat hadir dalam Acara Konvensi Kampus XIV Forum Rektor Indonesia (FRI) di Universitas Hasanuddin, Makassar, 15 Februari 2018.

"Kalau tanpa diberi kompetitor berubah, ya tidak usah. Tapi kalau ditunggu tidak berubah ya diberi (saingan)," ujar Jokowi di hadapan sekitar 600 rektor perguruan tinggi se-Indonesia kala itu.

(fey, Antara/kid)