DKI Beli Robot Pemadam Kebakaran dari Kroasia Rp37,4 Miliar

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 14:13 WIB
DKI Beli Robot Pemadam Kebakaran dari Kroasia Rp37,4 Miliar Ilustrasi pemadam kebakaran DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memiliki sebuah robot pemadam kebakaran dengan nilai pengadaan Rp37,4 miliar. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyatakan robot yang dibeli tahun 2019 tersebut memiliki kemampuan khusus.

"Robot itu bisa dikontrol dari jarak jauh. Di dalamnya tidak ada pengemudinya, hanya ada kontrol robotik di dalamnya," kata Satriadi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).

Satriadi menjelaskan dengan teknologi itu, dapat memprioritaskan keselamatan para petugas pemadam kebakaran. Adapun pengadaan ini juga dilakukan untuk menunjang keselamatan Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).


"Kita kan dalam menghadapi LRT dan MRT harus memiliki peralatan yang memadai untuk menanggulangi kebakaran atau penyelamatan. Dan kita juga bisa lakukan untuk membersihkan gorong-gorong juga," katanya.

[Gambas:Instagram]
Tak hanya untuk MRT dan LRT, robot pemadam kebakaran ini juga bisa digunakan untuk kebakaran yang sifatnya berada di lokasi khusus dan beresiko tinggi. Untuk tahun 2019, DKI sudah mengadakan satu unit robot.

"Tahun ini kita ada satu unit dan buatan Kroasia. Kalau dilihat barangnya mahal dan memang karena fungsinya demikian," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]
Untuk tahun 2020, rencananya DKI juga kembali mengadakan mobil serupa dengan spesifikasi berbeda. Anggaran yang disiapkan ialah sebanyak Rp44,7 miliar untuk tiga unit.

"Kalau yang tahun ini kita adain memang lebih murah. Terlihat seperti mobil, tapi di dalamnya ada robot. Sekarang yang 1 unit kita simpan di Pusdiklat kita di Ciracas," ujar Satriadi.

Ia mengatakan pengadaan tersebut dilakukan setelah belajar dari pengalaman Singapura yang juga sudah lebih dahulu memiliki robot dan digunakan untuk keadaan terdesak. Satriadi mengatakan sejauh ini robot pemadam kebakaran tersebut belum pernah digunakan.

"Mudah-mudahan jangan digunakan ya. Kalaupun digunakan hal yang khusus untuk membahayakan saja," katanya.

(ctr/kid)