"Robot itu bisa dikontrol dari jarak jauh. Di dalamnya tidak ada pengemudinya, hanya ada kontrol robotik di dalamnya," kata Satriadi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
Tak hanya untuk MRT dan LRT, robot pemadam kebakaran ini juga bisa digunakan untuk kebakaran yang sifatnya berada di lokasi khusus dan beresiko tinggi. Untuk tahun 2019, DKI sudah mengadakan satu unit robot.
[Gambas:Video CNN]
Untuk tahun 2020, rencananya DKI juga kembali mengadakan mobil serupa dengan spesifikasi berbeda. Anggaran yang disiapkan ialah sebanyak Rp44,7 miliar untuk tiga unit.
"Kalau yang tahun ini kita adain memang lebih murah. Terlihat seperti mobil, tapi di dalamnya ada robot. Sekarang yang 1 unit kita simpan di Pusdiklat kita di Ciracas," ujar Satriadi.
Ia mengatakan pengadaan tersebut dilakukan setelah belajar dari pengalaman Singapura yang juga sudah lebih dahulu memiliki robot dan digunakan untuk keadaan terdesak. Satriadi mengatakan sejauh ini robot pemadam kebakaran tersebut belum pernah digunakan.
"Mudah-mudahan jangan digunakan ya. Kalaupun digunakan hal yang khusus untuk membahayakan saja," katanya.
Lihat juga:Ada Robot Pembantu Pemadam Kebakaran |