Kepala BIN soal Harun Masiku: Cepat atau Lambat Pasti Dapat
CNN Indonesia
Rabu, 12 Feb 2020 19:59 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) mengatakan penangkapan politikus PDIP yang merupakan tersangka suap terkait pergantian antar-waktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku, hanya soal waktu.
"Cepat atau lambat kami yakin pasti dapat," kata dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/2).
Saat ditanya soal bantuan BIN kepada KPK, BG, yang merupakan mantan ajudan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri itu, hanya menyatakan pengejaran Harun merupakan wewenang KPK.
"Kalau itu sudah ranah hukum ya. Ranah hukum ada kewenangan di KPK sendiri dan KPK punya kemampuan itu juga," tutur Budi.
Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan kasus PAW pada 8 Januari dan menetapkan Harun Masiku, Komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan Anggota Bawaslu RI yang menjadi kader PDIP Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful, sebagai tersangka.
[Gambas:Video CNN]
Lebih dari sebulan sejak OTT, Harun masih tidak diketahui keberadaannya. Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta BIN membantu KPK.
"Alangkah baiknya KPK meminta bantuan Pak Budi Gunawan agar Badan Intelijen Negara lakukan hal sama, meski Ka BIN dekat dengan PDIP Partainya Harun dan Hasto," tulis dia, melalui Twitter, Jumat (7/2).
(dhf/arh)
"Cepat atau lambat kami yakin pasti dapat," kata dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan kasus PAW pada 8 Januari dan menetapkan Harun Masiku, Komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan Anggota Bawaslu RI yang menjadi kader PDIP Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful, sebagai tersangka.
Lebih dari sebulan sejak OTT, Harun masih tidak diketahui keberadaannya. Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta BIN membantu KPK.
"Alangkah baiknya KPK meminta bantuan Pak Budi Gunawan agar Badan Intelijen Negara lakukan hal sama, meski Ka BIN dekat dengan PDIP Partainya Harun dan Hasto," tulis dia, melalui Twitter, Jumat (7/2).