Lion Air Respons soal Penumpang Wuhan-Denpasar terkait Corona

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 22:30 WIB
Lion Air Respons soal Penumpang Wuhan-Denpasar terkait Corona Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lion Air memberikan respons terkait dengan satu penumpang asal Wuhan yang diduga terjangkit virus Corona saat penerbangan Wuhan-Denpasar pada Januari lalu.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan JT-2618 dari Wuhan menuju Denpasar pada Rabu (22/1) telah dioperasikan sesuai prosedur. Sebelum keberangkatan, kata dia, seluruh kru dan penumpang sudah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Diketahui, Lion Air membawah dua pilot, satu kopilot, enam awak kabin, dua teknisi dan 188 penumpang.


Terkait dengan informasi terkini soal satu penumpang dari Wuhan yang diduga terjangkit virus Corona, Danang menuturkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan seluruh awak pesawat dan penumpang.

"Pengecekan oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan/ KKP Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinyatakan tidak terindikasi terkena virus dimaksud," kata Danang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/2).


Dia menegaskan ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara, petugas teknisi bekerja sama dengan pihak terkait melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman sesuai prosedur yang berlaku.

Lion Air sendiri diketahui mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu rute Indonesia-China. Lion Air pada (22/ 1) masih melayani penerbangan yang membawa penumpang, JT-2619 Denpasar ke Wuhan dan penerbangan JT-2618 Wuhan ke Denpasar.

Huainan Center for Disease Control and Prevention (CDC) diketahui melaporkan salah seorang penumpang pesawat rute Wuhan-Bali pada Januari lalu positif terjangkit Corona. Pasien tersebut diketahui telah terinfeksi virus itu pada 5 Februari lalu oleh CDC.

Pemerintahan Anhui meminta pasien tersebut untuk tak keluar rumah sementara dan pergi ke rumah sakit terdekat.

"Gunakan masker ketika pergi ke pusat kesehatan," demikian seperti dikutip Jakarta Post. "Dan jangan menggunakan kendaraan umum."

[Gambas:Video CNN] (asa/asa)