Antisipasi Corona, Sabang Minta Tunda Kedatangan Kapal Pesiar

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 18:14 WIB
Wali Kota Sabang meminta Pelabuhan untuk menunda kedatangan kapal pesiar dari luar negeri hingga wabah Vorus Corona dinyatakan aman oleh WHO. Wali Kota Sabang meminta Pelabuhan untuk menunda kedatangan kapal pesiar dari luar negeri hingga wabah Vorus Corona dinyatakan aman oleh WHO. (Hiroko Harima/Kyodo News via AP)
Banda Aceh, CNN Indonesia -- Wali Kota Sabang Nazaruddin meminta Badan Pengusahaan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) untuk menunda sementara kedatangan kapal pesiar dari luar negeri ke wilayahnya demi menangkal Virus Corona.

Menurutnya, upaya pencegahan ini dilakukan bukan untuk menghambat kedatangan wisatawan asing ke Sabang.

"Kita minta pihak BPKS menunda sementara waktu kedatangan kapal pesiar ke Sabang. Tidak ada maksud untuk menghambat, namun ini demi menjaga Sabang sebagai kota wisata aman dari penyakit Virus Corona yang saat ini sudah menyebar ke negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Negeri Jiran Malaysia," kata Nazaruddin saat dikonfirmasi, Rabu (12/2).


Pihaknya juga tidak ingin menimbulkan polemik dan rasa takut masyarakat Sabang terhadap wabah ini.

"Ini untuk menjaga masyarakat Sabang dari bahaya Virus Corona," ujarnya.

Permintaan Nazaruddin kepada BPKS pun tertuang dalam surat edaran bernomor 556/0933.

Dalam surat ini, ia meminta agar Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Kota Sabang menunda kedatangan Kapal Pesiar MS Artania Cruise yang rencananya berlabuh di pelabuhan Sabang, 16 Februari.

"Untuk meminimalisir resiko penularan Virus Corona (Covit 19) di masyarakat dan juga menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan untuk sementara waktu agar kedatangan kapal pesiar dari luar negeri ditunda sementara sampai wabah Virus Corona dinyatakan sudah aman oleh WHO," demikian dikutip dari surat edaran, Rabu (12/2).

[Gambas:Video CNN]
Kepala BPKS Razuardi yang diwakilkan oleh Deputi Komersil BPKS Agussalim, dalam keterangan tertulisnya, mengaku akan segera membahas permintaan penundaan tersebut pada rapat yang digelar Kamis (13/2).

"Kita akan tindak lanjuti segera permintaan Walikota Sabang tersebut mengingat kepentingan masyarakat Sabang lebih kita kedepankan,untuk itu segala sesuatu terkait intruksi penundaan kepada pihak -pihak terkait akan di bahas dalam rapat yang akan di laksanakan besok," kata Agusalim.

Tak hanya itu, dia juga menyebut BPKS akan memberikan informasi terkait hal tersebut kepada pihak Agensi Kapal, dan akan membahas secara detail Penundaan tersebut dengan pihak-pihak terkait.

"Ini akan menjadi penting untuk di tindaklanjuti mengingat Surat Walikota Sabang tersebut juga merupakan dan berdasarkan masukan element-element dan unsur tokoh masyarakat terlebih lagi saat ini WHO belum mencabut status waspada kada kasus Virus Corona," kata dia.

Sebelumnya, kapal pesiar (cruise) MS. Artania berbendera Bahamas akan berlabuh di Sabang pada Minggu (16/2). Kapal itu akan mengangkut 1.200 penumpang dan 502 kru kapal.

Kapal itu mengangkut wisatawan dari 16 negara di Eropa. Warga Jerman merupakan penumpang paling banyak dengan 868 orang.
Selebihnya berasal dari Swiss, Afrika Selatan, Belanda, Norwegia, dan negara Eropa lainnya.

(dra/tst/arh)