Pemulangan WNI di Kapal Pesiar Jepang Tergantung Ikatan Kerja

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 22:38 WIB
Kementerian Kesehatan mengatakan pemulangan warga negara Indonesia yang berada di kapal pesiar Jepang tergantung kontrak kerja masing-masing. Kemenkes menyebut pemulangan WNI di kapal pesiar Jepang tergantung kontrak kerja. (Foto: AP Photo/Eugene Hoshiko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan mengatakan pemulangan warga negara Indonesia yang berada di kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang tergantung kontrak kerja masing-masing.

"Jadi kalau masih ada kontrak kerja, mereka bisa berlayar lagi dari yang memberi kerja. Ya urusan mereka," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono di laboratorium Penelitan dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Namun jika mereka mau pulang kembali ke Indonesia, kata Anung, tentunya Kementerian Luar Negeri maupun KBRI bakal memfasilitasi hal tersebut.


Lebih lanjut ia juga mengatakan pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan Jepang terkait kondisi WNI di kapal tersebut.

"Dari 78 warga negara kita yang ada di kapal tersebut, Alhamdulillah tidak ada satupun yang terkena infeksi novel corona virus. Meski kemarin ada tambahan 65 kasus baru di kapal," tuturnya.

Ia menambahkan sudah ada 135 orang yang dievakuasi dari kapal. Namun ia enggan menyampaikan warga negara mana saja yang dievakuasi karena menjadi kewenangan negara masing-masing.

Total lebih dari 3.700 orang dengan 2.666 penumpang dan 1.045 awak kapal disebut masih berada di lepas pantai Jepang sejak Senin (3/2) lalu. Sekitar 428 diantaranya merupakan warga negara Amerika Serikat.

Penumpang pertama yang terinfeksi adalah seorang laki-laki berusia 80 tahun asal Hong Kong. Dia bersama dua anak perempuannya terbang ke Tokyo, Jepang pada 17 Januari. Dia naik kapal pesiar pada 20 Januari dari Yokohama. Pada 25 Januari dia turun di Hong Kong dan tidak naik kapal pesiar tersebut.

Namun, pada 30 Januari lalu tim medis menyatakan turis tersebut positif mengidap virus corona. Proses karantina terhadap turis yang berada di kapal pesiar tersebut diperkirakan akan berakhir pada 19 Februari mendatang.. (fey)