"Jadi tidak langsung kita periksa, tapi kita isolasi, cek dulu selama dua minggu, baru kita periksa apakah [ada gejala] demam atau batuk dan pilek," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Enny Jefrey, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).
Enny merinci, tujuh orang itu terdiri dari enam pekerja asal China dan seorang pekerja asal Singapura. Namun, aku dia, kedatangan mereka sebelum bulan Februari atau sebelum virus tersebut merebak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, angka tersebut tidak rasional. Sebab, kata dia, setidaknya ada 58 menara yang dibangun di proyek Meikarta.
"Menurut kacamata saya dan info di lapangan, tidak mungkin 58 tower pekerja nya hanya segitu. Ini yang akhirnya saya menganalisa jika satu tower saja ada 100 orang pekerja, kemungkinan ada ribuan pekerja untuk menyelesaikan tower itu," klaimnya.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
"Lippo sendiri tidak bisa menggaransi berapa [jumlah pekerja asingnya]. Yang jadi masalah ini ada perbedaan data. Artinya Meikarta tidak punya data dengan alasan urusan pekerja itu urusan perusahaan masing-masing," beber dia.
SARA
Ditemui terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku terus memantau TKA asal China yang bekerja di wilayahnya sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona.
"Kita dengan pihak imigrasi sudah memantau keberadaan warga atau TKA dari Tiongkok atau China yang ada di Jabar. Data per hari ini ada sekitar WNA dari China sekitar 3.000-an dan semua sudah termonitor keberadaannya dan juga untuk dikonsultasikan," ucap Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (12/2).
Lihat juga:19 Pekerja Asal China Dikarantina di Batam |
"Jadi kita tetap waspada dan juga jaga kondusifitas dan hindari hal-hal yang sifatnya SARA, harus dengan cara yang baik," tuturnya.
Selain itu, Emil mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di daerah-daerah untuk berkoordinasi melakukan pemantauan terhadap TKA asal China sesuai prosedur.
"Jadi kalau terlihat ada batuk, pilek, demam, dan lain-lain, ada gejala tersebut harus segera antisipasi untuk melaporkan. sehingga prosedur pertama bisa dilakukan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Soal TKA ilegal di Meikarta, Ridwan Kamil mengaku masih akan mengecek kabar tersebut.
"Saya belum ada laporan. Saya cek dulu, besok saya kabari," katanya. "Saya cek dulu ke disnaker ya," dia menambahkan.
Diberitakan sebelumnya, Disnakertrans Jabar mengaku tengah menindaklanjuti kabar dugaan TKA ilegal yang bekerja di proyek Meikarta. Kepala Disnaker Jabar Ade Apriandi mengatakan info awal tersebut ia terima dari salah satu anggota dewan Bekasi. (hyg/ctr/arh)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian