Cek Virus Corona, Pemkab Bekasi Isolasi 7 TKA di Meikarta

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 17:52 WIB
Dinkes Kabupaten Bekasi mengisolasi tujuh TKA asal China dan Singapura yang bekerja di proyek Meikarta selama 14 hari. Ilustrasi observasi pasien. (STR / AFP)
Bandung, CNN Indonesia -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengatakan pihaknya mengobservasi tujuh orang tenaga kerja asing yang dilaporkan oleh pihak proyek Meikarta selama dua pekan terkait Virus Corona.

"Jadi tidak langsung kita periksa, tapi kita isolasi, cek dulu selama dua minggu, baru kita periksa apakah [ada gejala] demam atau batuk dan pilek," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Enny Jefrey, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).

Enny merinci, tujuh orang itu terdiri dari enam pekerja asal China dan seorang pekerja asal Singapura. Namun, aku dia, kedatangan mereka sebelum bulan Februari atau sebelum virus tersebut merebak.


"Meski mereka dari Tiongkok mereka juga bukan merupakan dari Wuhan (lokasi asal wabah Virus Corona), tapi dari lokasi lain, tapi kita harus tetap hati-hati dan meminimalisir kontak dengan yang lain," tuturnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto menduga pekerja asing, terutama asal China, di proyek Meikarta tak cuma tujuh orang seperti yang diakui, namun bisa mencapai ribuan orang. Mereka, kata dia, belum diperiksa kesehatannya terkait Virus Corona.

"Dalam komunikasi [dengan pihak Meikarta] tenaga kerja asing hanya tujuh orang pengakuannya. Proyek Meikarta itu dikerjasama ke 12-18 perusahaan di subcon (subkontrak) yang ngakunya perusahaan Indonesia," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/2).

Menurutnya, angka tersebut tidak rasional. Sebab, kata dia, setidaknya ada 58 menara yang dibangun di proyek Meikarta.

"Menurut kacamata saya dan info di lapangan, tidak mungkin 58 tower pekerja nya hanya segitu. Ini yang akhirnya saya menganalisa jika satu tower saja ada 100 orang pekerja, kemungkinan ada ribuan pekerja untuk menyelesaikan tower itu," klaimnya.

Cek Virus Corona, Pemkab Bekasi Isolasi 7 TKA di MeikartaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Angka ini pun, lanjut Budiyanto, juga berbeda jauh dengan angka yang dikeluarkan Imigrasi serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. Menurut kedua instansi ini, tenaga kerja yang dilaporkan mencapai 260 orang.

"Lippo sendiri tidak bisa menggaransi berapa [jumlah pekerja asingnya]. Yang jadi masalah ini ada perbedaan data. Artinya Meikarta tidak punya data dengan alasan urusan pekerja itu urusan perusahaan masing-masing," beber dia.

SARA

Ditemui terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku terus memantau TKA asal China yang bekerja di wilayahnya sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona.

"Kita dengan pihak imigrasi sudah memantau keberadaan warga atau TKA dari Tiongkok atau China yang ada di Jabar. Data per hari ini ada sekitar WNA dari China sekitar 3.000-an dan semua sudah termonitor keberadaannya dan juga untuk dikonsultasikan," ucap Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (12/2).

Dia menambahkan pemantauan terhadap TKA asal China dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus sekaligus aksi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan. (SARA).

"Jadi kita tetap waspada dan juga jaga kondusifitas dan hindari hal-hal yang sifatnya SARA, harus dengan cara yang baik," tuturnya.

Selain itu, Emil mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di daerah-daerah untuk berkoordinasi melakukan pemantauan terhadap TKA asal China sesuai prosedur.

"Jadi kalau terlihat ada batuk, pilek, demam, dan lain-lain, ada gejala tersebut harus segera antisipasi untuk melaporkan. sehingga prosedur pertama bisa dilakukan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Soal TKA ilegal di Meikarta, Ridwan Kamil mengaku masih akan mengecek kabar tersebut.

"Saya belum ada laporan. Saya cek dulu, besok saya kabari," katanya. "Saya cek dulu ke disnaker ya," dia menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, Disnakertrans Jabar mengaku tengah menindaklanjuti kabar dugaan TKA ilegal yang bekerja di proyek Meikarta. Kepala Disnaker Jabar Ade Apriandi mengatakan info awal tersebut ia terima dari salah satu anggota dewan Bekasi. (hyg/CTR/arh)