"Pak Anies hati-hati punya anak buah bisa ngejilat doang," cetusnya, saat dihubungi, Kamis (13/2).
Hal ini dikatakannya terkait klaim Anies soal izin dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta dalam penggunaan Monas untuk ajang Formula E. Izin ini dicantumkan Anies dalam suratnya kepada Menteri Sekretariat Negara terkait pelaksanaan Formula E di Monas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jadi kadang jadi gila sendiri nih Pemda gini. Saya berharap Pak Anies berhentilah nih, jajarannya pada bohong. Entahlah siapa yang bohong itu. Kalau sudah ada sanggahan kayak gini ya pasti ada yang melakukan pembohongan publik," Ida melanjutkan.
[Gambas:Video CNN]
Selain soal izin, Ida juga mengaku tidak mendapat informasi pasti soal tata letak perhelatan di Monas. Belakangan diketahui bahwa paddock atau tempat parkir mobil balap sangat berdekatan dengan kawasan Revitalisasi Monas. Ida mengaku tidak diberitahu terkait hal tersebut.
"Enggak [dikasih tahu]. Karena saya pernah bilang Bapak [Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan] itu selalu bohong dengan saya. Lalu dia bilang, 'Itu bukan wewenang saya bu, itu Pak Hari (Kepala Dinas Bina Marga)'," jelas Ida.
"Dia lempar [tanggung jawab] itu aneh kan. Saya enggak tanya wewenang. Saya tanya apakah masuk Monas. Hari lagi bilangnya ini karena kepentingan politik makanya ramai," lanjut dia.
"Pokoknya Pemda DKI interopeksi dirilah terhadap cagar budaya. Saya enggak tahu kalau dia ternyata enggak punya hati terhadap cagar budaya," tutup Ida.
"Pokoknya di sini saya yang mengeluarkan rekomendasi bahwa kawasan cagar budaya monas bisa dilakukan Formula E. Selesai," tegas dia.
Terkait polemik rekomendasi itu, Anies Baswedan menyerahkannya kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
"Kan udah sama Disbud," dalihnya, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/2).
(ctr/arh)