Demi Formula E, Batu Alam Monas Bakal Dilapis Aspal Hotmix

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 17:43 WIB
Demi Formula E, Batu Alam Monas Bakal Dilapis Aspal Hotmix Bagian dari kawasan Monas yang dilapisi batu alam akan ditutup aspal saat Formula E digelar. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perhelatan Formula E yang diharapkan bisa digelar di Monas akan mengubah sejumlah bagian kawasan cagar budaya itu. Salah satunya ialah lantai batu alam atau cobblestone.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menyatakan pihaknya bakal melakukan pengaspalan di atas batuan alam tersebut.

"Iya itu nanti kemungkinan cobblestone-nya itu dilapisi dengan hotmix. Rencananya dilapisi," kata Hari saat dihubungi, Rabu (12/2).


Hari menyatakan usai perhelatan maka hotmix itu akan dibongkar kembali seperti semula.

"Rencana nanti setelah dilapisi, sudah selesai [gelarannya], [aspal] dibongkar lagi. Pekerjaannya itu pasang-bongkar. Jadi seperti dipasang karpet saja nanti, kalo usai angkat lagi," jelas dia.

Pekerjaan serupa disebut Hari juga dilakukan di luar negeri seperti di Roma dan Meksiko. Ia memastikan pengerjaan ini juga sudah sesuai dengan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan diterima oleh Dinas Kebudayaan.

"Ada [rekomendasinya], sudah ada surat dari Kepala Dinas Kebudayaan, merujuk hasil rapat tim TACB. Isi jelas dari [Dinas] Kebudayaan. saya lihat cuma lihat dari Kebudayaan saja, merujuk hasil rapat TACB," beber dia.

Terakhir, Hari memastikan bahwa cobblestone yang di Monas tidak termasuk dalam Cagar Budaya. Adapun daerah yang masuk ke dalam Cagar Budaya ialah kawasan Cawan Monas.

[Gambas:Video CNN]
"Cobblestone tidak temasuk Cagar Budaya. Yang termasuk [cagar budaya adalah] Tugu Monas, Cawan, sama Simpang. Jadi nanti cobblestone lalu di hotmix, jadi sebenarnya tidak meresap air juga itu," ungkap dia.

"Makanya daripada bongkar lama dan waktu ini, jadi lapis aja. Kalau bongkar butuh waktu lagi," lanjut dia.

Rencananya, perombakan bakal dilakukan mulai pekan depan. Penyelesaian lintasan direncanakan selesai pada April atau dua bulan sebelum pertandingan dihelat.

"Dua bulan sebelum pertandingan harus clear. Karena finising harus ada tambahan jalur marka lintasan. finishing kan masih. Untuk pembangunan konstruksi, April harus selesai," tutup dia.

Diketahui DKI akan menggelar perhelatan balap mobil listrik atau Formula E pada 6 Juni mendatang. Adapun lokasi yang ditetapkan sebagai sirkuit Formula E ialah di Monas dan seputaran kawasan Monas. Perhelatan ini menghabiskan anggaran setidak-tidaknya Rp1,2 triliun.

(CTR/arh)