Makassar Keluarkan Edaran Larang Pelajar Rayakan Valentine

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 07:35 WIB
Pejabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb meminta siswa lebih mengisi hari velentine dengan kegiatan yang positif seperti kegiatan sosial bersama anak yatim. Foto ilustrasi hari valentine. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Makassar, CNN Indonesia -- Pejabat Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Iqbal Suhaeb melarang pelajar merayakan hari valentine. Larangan tersebut dikeluarkan melalui surat edaran tanggal 10 Februari 2020 lalu.

Tiga poin yang disebutkan dalam edaran itu adalah, pertama melarang siswa merayakan valentine day baik di dalam maupun di luar sekolah. 

Kedua, sekolah diminta mengawasi, menghimbau dan mengajak para siswa untuk melakukan kegiatan positif pada hari valentine yang jatuh hari ini, Jumat (14/2). "Antara lain kegiatan sosial menyantuni atau/dan makan bersama anak yatim, anak jalanan, gelandangan dan pengemis di luar jam belajar mengajar sekolah," demikian bunyi edaran tersebut.

Sementara point ketiga tertulis agar pihak sekolah meminta orang tua untuk mengawasi dan tidak memperbolehkan anak-anaknya merayakan hari valentine di rumah atau di tempat-tempat lainnya.


Iqbal Suhaeb saat dikonfirmasi kemarin membenarkan edaran itu. Namun meski dalam surat ada pernyataan melarang, ia mengatakan bukan dalam arti sebenarnya.

[Gambas:Video CNN]

"Tapi tidak melarang bagaimana. Intinya adalah kami ingin pelajar itu mengisi 14 Februari dengan kegiatan positif. Seperti menyantuni fakir miskin dan lain-lain. Harapannya adalah melalui kegiatan seperti itu, akan menumbuhkan rasa kesetiakawanan, kepekaan, kepedulian sosial.  Itu juga salah satu bentuk kasih sayang ke sesama," ujarnya.

Ditanya soal rencana Satpol PP akan turun ke hotel-hotel malam nanti lakukan razia kondom sekaitan perayaan malam valentine day, Iqbal Suhaeb mengarahkan untuk ditanyakan ke kepala Satpol PP. 

Pastinya kata dia, jika pun akan digelar, maka titik-titik yang akan dirazia itu tidak akan dipublis lebih dulu.
(svh/sur)