Jokowi Minta Masyarakat Terima Kepulangan WNI dari Natuna

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 16:25 WIB
Jokowi Minta Masyarakat Terima Kepulangan WNI dari Natuna Presiden Joko Widodo dan Kepala Bakamla Laksdya Aan Kurnia, Rabu (12/2). (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta masyarakat tak khawatir menerima kepulangan ratusan warga yang diobservasi di Natuna. Sebanyak 285 orang yang telah menjalani observasi rencananya akan dipulangkan ke daerah masing-masing pada Sabtu (15/2).

"Jadi kalau sekarang mereka kembali ke masyarakat ya itu dipastikan bahwa prosedur sudah dilalui dan kembali. Terima apa adanya, enggak ada masalah," ujar Jokowi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melalui keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (14/2).

Jokowi memastikan ratusan warga yang diobservasi itu dalam kondisi sehat dan siap kembali berkumpul bersama keluarga. Mereka, kata Jokowi, telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna sesuai protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


"Itu proses protokol kesehatan dari WHO yang kita ikuti secara ketat. Karantina di Natuna juga ketat diawasi, dicek harian. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu," katanya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sebelumnya juga telah meminta seluruh masyarakat yang berada di 29 Provinsi tak takut menerima WNI yang telah dikarantina di Natuna.

Ma'ruf menegaskan bahwa masa observasi yang sudah dilakukan Menteri Kesehatan bagi WNI asal Wuhan di Natuna selama 14 hari sudah sesuai prosedur yang berlaku. Setelah 14 hari masa observasi maka bisa dipastikan para WNI itu dalam kondisi sehat dan siap kembali ke tengah-tengah masyarakat.

[Gambas:Video CNN]

"Artinya setelah 14 hari dianggap sudah tidak terpapar atau terjangkit virus itu," kata dia.

Seperti diketahui, sebanyak 285 orang akan segera dipulangkan dari Natuna selepas observasi tersebut. Mereka terdiri atas 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami dari WNI), 5 anggota tim pendahulu KBRI Beijing, dan 42 orang dari tim penjemput termasuk kru pesawat dan petugas kesehatan.
(psp/ain)