Bapeten Investigasi Pemilik Radioaktif Caesium-137 di Serpong

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Minggu, 16/02/2020 13:34 WIB
Langkah awal investigasi adalah mengumpulkan data perizinan pengguna zat radioaktif Caesium-137 dari seluruh Indonesia. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) terus menginvestigasi temuan paparan radiasi zat radioaktif di atas batas normal di Serpong. (Foto: CNN Indonesia/Thohirin)
Tangerang Selatan, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) terus menginvestigasi temuan paparan radiasi zat radioaktif di atas batas normal di area tanah kosong yang berada di Blok J Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Investigasi dilakukan guna mengetahui asal muasal Caesium-137 yang ditemukan di lokasi tersebut.

Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar, menuturkan langkah awal investigasi adalah mengumpulkan data perizinan pengguna zat radioaktif Caesium-137 dari seluruh Indonesia.

"Dimulai misalnya dengan mengumpulkan data perizinan dulu. Jadi, kita ingin tahu pengguna Caesium-137 di seluruh Indonesia itu berapa banyak dan siapa saja," kata Qohhar di Serpong, Minggu (16/2).


Qohhar menjelaskan investigasi ini akan melibatkan sejumlah pihak berkepentingan seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Polri. Kata dia, proses pengumpulan izin pengguna Caesium-137 akan dilengkapi dengan tambahan data lapangan dan hasil proses forensik nuklir Batan.

"Dan juga mungkin proses lidik-sidik yang dilakukan oleh teman-teman Polri. Itu nanti mudah-mudahan hasil investigasinya bisa diperoleh," kata Qohhar.

Qohhar menambahkan Caesium-137 bukan merupakan zat radioaktif yang berada di alam. Ketika disinggung apakah ada unsur kesengajaan terkait temuan zat tersebut di sekitar permukiman warga, ia menyatakan hal tersebut dapat disimpulkan ketika investigasi selesai.

"Saya bicara [Caesium]-137. Tidak mungkin di suatu daerah ada Caesium-137 kecuali di sana ada pemanfaatan," pungkas dia.

[Gambas:Video CNN]

"Pertanyaan ini bisa sampai ke sini, ini pertanyaan berikut. Itu menunggu proses identifikasi, apakah unsur kesengajaan atau unsur ketidaksengajaan atau tidak," tambahnya.

Meskipun begitu, Qohhar memastikan penemuan paparan radiasi zat radioaktif ini bukan karena kebocoran reaktor nuklir. Sebab, klaim dia, fasilitas nuklir yang ada di Serpong dalam kondisi normal dan temuan di Perumahan Batan Indah hanya Caesium-137.

"Tapi, yang ada di sini adalah single entitas; hanya Caesium-137. Artinya ini hanya sebenarnya terkait pemanfaatan Caesium-137 untuk keperluan yang lain. Itu biasanya di bidang industri," kata dia.

"Misalkan untuk industri kertas," ujarnya lagi. (ryn/mik)