Indo Barometer: Prabowo Paling Populer di Kabinet Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 16/02/2020 14:11 WIB
Indo Barometer: Prabowo Paling Populer di Kabinet Jokowi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga survei Indo Barometer menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi menteri paling populer di jajaran kabinet periode kedua Presiden Jokowi. Hal itu diketahui dari survei yang dilakukan pada 9-15 Januari 2020.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari mengatakan pihaknya mengukur popularitas dengan pertanyaan terbuka. Responden diminta menyebutkan satu nama menteri yang ada di benaknya (top of mind).


"Responden disuruh sebutkan nama-nama yang dia kenal, nama terbanyak Prabowo Subianto 18,4 persen, kemudian Sri Mulyani 10,6 persen, lalu pendatang baru yang lain Erick Thohir 8,2 persen," kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (16/2).


Di posisi selanjutnya, ada Menko Polhukam Mahfud MD (7,9 persen), Mendikbud Nadiem Makarim (5,3 persen), Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan (5,2 persen), Mendagri Tito Karnavian (5 persen), Kepala KSP Moeldoko (3,2 persen), Menteri KKP Edhy Prabowo (2,5 persen), serta Seskab Pramono Anung (2,2 persen).

[Gambas:Video CNN]

Selain popularitas, Indo Barometer juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap menteri. Responden diminta menyebutkan nama menteri yang punya kinerja bagus.

Dalam kategori itu, Prabowo kembali menjadi nama teratas dengan 26,8 persen. Di bawahnya ada Sri Mulyani (13,9 persen), Erick Thohir (12,6 persen, Mahfud MD (7,3 persen), dan Nadiem Makarim (5,2 persen).


Qodari menilai popularitas tinggi yang dimiliki Prabowo tak terlepas dari rekam jejak sebagai bekas calon presiden selama dua kali. Angka-angka ini, kata dia, menjadi modal Prabowo untuk karier politik ke depan.

"Jadi kalau melihat data ini, bisalah saya katakan keputusan Pak Prabowo untuk masuk kabinet adalah keputusan yang tepat. Artinya panggung politiknya terus bertahan sampai 2024," ucap Qodari.


Survei ini dilakukan Indo Barometer pada 9-15 Januari 2020. Survei dilakukan terhadap 1.200 orang responden dengan menggunakan multistage random sampling. Tingkat kesalahan (margin of error) mencapai 3,5 persen. (dhf/dea)