Pulang dari Natuna, Mahasiswi Asal Lampung Dipantau Dinkes

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Minggu, 16/02/2020 16:03 WIB
Pulang dari Natuna, Mahasiswi Asal Lampung Dipantau Dinkes Ilustrasi pemulangan mahasiswi dari Natuna. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Novita Eka Cahyani, salah satu warga Lampung yang dipulangkan pemerintah usai menjalani observasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, selama dua pekan terkait virus COVID-19 atau novel corona. Novita adalah mahasiswi Hubei University Of Science and Technology, Xianing, China.

Menurut Syahrul, paman dari Novita, tidak ada perlakuan secara khusus dari keluarga dan warga setempat untuk menyambut kedatangan Novita.

Pihak keluarga dan warga tidak merasa ketakutan dengan kehadiran mahasiswi Ilmu Kedokteran itu setelah diobservasi selama 14 hari di Natuna.


"Kami dari keluarga yang jelas sangat senang dengan kedatangan Novita, tidak ada perlakuan berbeda, semuanya sama seperti sebelumnya di mana kami menyayanginya," kata Syahrul dikutip dari Antara.

Syahrul menjelaskan Novita masih akan berada dalam pengawasan Dinkes Provinsi Lampung selama 10 hari ke depan.

"Tadi orang Dinkes minta izin akan datang setiap hari ke sini selama 10 hari untuk melihat perkembangan dari ponakan kami, untuk memastikan kesehatannya usai karantina," ucap Syahrul.

[Gambas:Video CNN]

Novita bergabung dengan 237 warga negara Indonesia dari Wuhan, Provinsi Hubei, China, yang diobservasi di Natuna. Observasi yang dilakukan hanya memastikan bahwa selama 14 hari 238 WNI yang baru tiba dari Wuhan jangkit virus corona.

Sementara itu orang tua dari mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) berterima kasih kepada pemerintah karena sudah dapat memulangkan anggota keluarganya usai menjalani observasi di Natuna.

"Saya senang sekali sebagai orangtua, terima kasih pada pak Jokowi, Pemerintah Provinsi Kaltara, Gubernur Kaltara, pak Irianto Lambrie," kata Ince Nelia orang tua dari Ince Indira Sabrina salah satu mahasiswa asal Kaltara.

Ince Indira mahasiswa di Hubei University di Kota Xiang Yang, China. Ia sudah dua tahun menempuh pendidikan kedokteran di China.

"Saat observasi di Natuna sering melakukan komunikasi dengan anak saya berkat batuan Kementerian Kesehatan," ucap Ince. (Antara/mik)