Rencananya, mahasiswa asal Makassar akan tiba di kampung halaman mereka pada Minggu (16/2) dini hari. Sebanyak 17 WNI asal sejumlah daerah di Sulsel yang baru saja selesai menjalani masa karantina di Natuna, akan tiba di bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar pukul 02.00 WITA.
Ketidakjelasan sampai kapan situasi di Wuhan akan membaik tak pelak membuat Hajjah Monra, (50), warga Kelurahan Untia, Makassar khawatir. Sebab, kelanjutan pendidikan putrinya pun menjadi pertanyaan.
Ibu dari Nurul Fadhatussiadah (19) ini berharap pendidikan putrinya bisa dilanjutkan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurul kuliah di Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Kota Wuhan sejak tahun 2018. Putri sulung dari dua bersaudara itu kini sudah menempuh pendidikan di semester III jelang semester IV.
[Gambas:Video CNN]
Ia terus rangking 1 dan cita-citanya jadi dokter. Sehingga Sangat disayangkan jika pendidikannya terlantar karena perjuangan belajar ke sana tidaklah mudah. Hingga saat ini, menurut Monra belum ada informasi tentang kelanjutan pendidikan mahasiswa-mahasiswa itu.
Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan masalah pendidikan mahasiswa dari China ini akan jadi perhatian khusus Pemprov Sulsel.
"Pak Gubernur saat ini masih di Jakarta. Rencananya saya mau laporkan dulu mengenai kedatangan mereka yang akan tiba dari Natuna. Nah mengenai kelanjutan pendidikannya, akan jadi perhatian khusus kami. Tapi soal strateginya atau modelnya seperti apa, nanti setelah ada pembahasan dengan Gubernur," kata Andi Sudirman Sulaiman, saat dikonfirmasi Sabtu (15/2) malam.
Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu menyebut pihaknya siap menerima para mahasiswa tersebut.
Para mahasiswa diizinkan untuk melanjutkan pendidikan di Unhas asalkam program studi yang mereka ambil di China itu tersedia di Unhas. Jika program studi tersedia, para mahasiswa mesti melakukan proses kredit transfer.
"Kalau ada program studinya di kita, kenapa tidak. Masalahnya kalau program studinya tidak ada karena mereka itu rata-rata ambil magister di sana," pungkas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, Rektor Unhas.
Pemulangan para mahasiswa dari bandara Soekarno Hatta ke Makassar difasilitasi Pemprov Sulsel. Selanjutnya mereka dijemput keluarga masing-masing. (svh/eks)