"Saya kira Ridwan Saidi harus buktikan omongannya bahwa Galuh bukan kerajaan atau fiktif, lalu galuh itu brutal menurut bahasa Armenia. Itu buktikan dulu, kamus Armenia yang mana lalu buku sejarah yang mana bahwa tidak ada Kerajaan Galuh? Kalau tidak bisa buktikan, proses hukum yang akan buktikan," kata Ari saat dihubungi Minggu (16/2).
Ari menuturkan di zaman sekarang seseorang bebas berpendapat apa saja. Namun tetap harus bersandar pada fakta dan bukti yang bisa dipercaya kebenarannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Ridwan Saidi soal Kerajaan Galuh ditayangkan di sebuah channel YouTube. Ridwan menyebut Galuh artinya brutal dam menyatakan bahwa di Ciamis tidak ada kerajaan.
"Saya mohon maaf dengan saudara dari Ciamis. Di Ciamis itu nggak ada kerajaan, karena indikator eksistensi kerajaan itu adalah indikator ekonomi, Ciamis penghasilannya apa? Pelabuhannya kan di selatan bukan pelabuhan niaga, sama dengan pelabuhan kita di Teluk Bayur, bagaimana membiayai kerajaan," ujar Ridwan.
"Lalu diceritakanlah ada raja Sunda Galuh. Sunda Galuh saya kira agak keliru penamaan itu, karena galuh artinya brutal, jadi saya yakin tidak ada peristiwa Diah Pitaloka, wanita dari Sunda Galuh itu dipanggul-panggul dibawa ke Hayam Wuruk untuk dikawinin. Itu yang dikatakan perang bubat, sedangkan bubat itu artinya lapang olahraga bukan nama tempat. Jadi di bubat yang mana dia perang. Juga di Indonesia tidak ada adat perempuan mau kawin dijunjung-junjung dianterin ke rumah lelaki itu kagak ada, itu tidak Indonesia," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
"Iya nanti mau ke Ciamis. Sudah ada undangan lisan, dari pemda, mau nggak datang. Jadi saya tinggal nunggu undangan yang resminya aja. Masa kalau nggak ada yang ngundang kita datang," kata Ridwan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/2).
Ridwan mengatakan kedatangannya Ciamis untuk menjelaskan detail semua hal terkait Kerajaan Galuh. "Iya mau ada clearence gitu deh," ucapnya.
Namun dia menyebut belum tahu pasti kapan dia akan bertandang ke Ciamis. "Nanti dikabarin deh," kata Ridwan. (hyg/wis)