Pohon Terpapar Radioaktif Serpong Ditebang, Ternak Diteliti

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 15:05 WIB
Pohon Terpapar Radioaktif Serpong Ditebang, Ternak Diteliti BATAN akan mengganti pohon yang terpapar zat radioaktif. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tangerang Selatan, CNN Indonesia -- Pohon dan tanaman yang dipastikan terkontaminasi zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, akan ditebang.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara mengatakan penebangan dilakukan untuk remediasi atau mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

"Meskipun kecil pohon ya kita potong aja. Kita ganti dengan pohon baru," kata dia, kepada wartawan di lokasi, Senin (17/2).


Tanaman yang akan ditebang itu terutama adalah pohon-pohon berbuah yang berada dalam radius kurang dari 10 meter dari area yang terkontaminasi.

"Di sini kan ada pohon nangka. Ada jeruk kalau tidak salah. Singkong atau apa gitu," katanya.

Tak hanya tanaman dan pohon, Heru mengatakan remediasi kemungkinan juga akan dilakukan kepada hewan liar atau ternak milik warga yang berada di sekitar lokasi. Meskipun, kata dia, hewan memiliki kemungkinan kecil untuk terpapar.

"Kalau ayam kan cuma kadang-kadang main ke situ. Tek, tek. Kecil sekali kemungkinannya. Kalau, tanaman kan di situ terus," imbuhnya.

Namun demikian, Heru belum memastikan jadwal remediasi itu. Pihaknya saat ini masih fokus melakukan proses pembersihan dengan mengangkat sisa-sisa tanah yang terkontaminasi zat berbahaya Caesium 137 tersebut.

[Gambas:Video CNN]
Heru menambahkan pihaknya per hari ini telah menyiapkan 100 drum untuk mengangkat sisa-sisa tanah terkontaminasi. Sebelumnya, Heru menambahkan sudah mengangkat total 87 drum sejak proses pembersihan dilakukan pada 11 Februari.

Ia mengatakan tanah-tanah yang telah diambil itu diambil lalu dibawa ke laboratorium milik Batan untuk dijadikan limbah sehingga tak lagi berbahaya.

Heru mengklaim saat ini nilai paparan radiasi sudah menurun sejak dilakukan proses pembersihan pada 11 Februari lalu. Namun ia belum bisa menyebut nilai paparan setelah proses tersebut.

"Prosesnya nanti kita sampaikan dalam press reales karena cukup banyak gitu," imbuhnya.

(thr/arh)