Batan Siapkan 100 Drum Angkat Sisa Zat Radioaktif di Serpong

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 11:52 WIB
Batan Siapkan 100 Drum Angkat Sisa Zat Radioaktif di Serpong Lokasi paparan zat radioaktif di sebidang tanah kosong, Blok J, Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas gabungan kembali melanjutkan pengangkatan sisa-sisa zat radioaktif di sebidang tanah Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Sebanyak 100 drum disiapkan untuk mengangkat tanah dan vegetasi yang terkontaminasi zat berbahaya caesium 137.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Heru Umbara mengatakan proses clean up atau pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa paparan sehingga menciptakan keamanan bagi masyarakat.

"Hari ini kita akan melanjutkan tentunya dengan clean up lanjutan, bahkan hari ini sudah dibantu oleh alat ekskavator dari tangsel. Mudah-mudahan hari ini proses clean up bisa berjalan dengan baik," kata Heru kepada wartawan di lokasi, Senin (17/2).


Proses pembersihan pada Minggu (16/2) sebelumnya sempat dihentikan lantaran cuaca hujan. Heru menambahkan cuaca memang menjadi faktor cepat atau tidaknya proses pembersihan.

"Faktor alam ini menjadi kendala buat kita karena faktor clean up atau proses clean up dilaksanakan ketika hujan, akan membahayakan, satu pekerja, dua dari segi keselamatan," katanya.

Saat pembersihan Minggu itu, aparat gabungan dari Batan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan kepolisian hanya menyiapkan 34 drum untuk mengangkat tanah dan vegetasi yang terkena radiasi.

Heru menjelaskan tanah atau vegetasi yang telah diangkat itu akan dibawa ke laboratorium milik Batan untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Ia juga mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi untuk mencari penyebab munculnya zat berbahaya tersebut di pemukiman warga. Investigasi dilakukan dengan melibatkan polisi, tim Gegana hingga Badan Intelejen Negara (BIN).

[Gambas:Video CNN]
"Jadi bagaimana kita bisa mencari tahu asal muasal dari sumber ini. Kita belum tahu karena memang ini bagian dari penyelidikan," ucapnya.

Heru memastikan proses pembersihan yang tengah dilakukan tidak berbahaya bagi warga sekitar. Ia juga menghimbau warga agar bisa beraktivitas seperti biasanya. Pihaknya hanya mewanti-wanti agar selain petugas diminta tidak melewati garis pembatas untuk prosedur keselamatan.

"Jadi tidak ada larangan apapun disini. Bahkan pakai masker, segala macam, tidak ada," katanya. (thr/wis)