Pembersihan Zat Radioaktif di Serpong Disetop karena Hujan

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 17:04 WIB
Petugas menghentikan pembersihan lokasi yang terkontaminasi zat radioaktif karena mempertimbangkan faktor keselamatan saat hujan. Proses pengangkutan tanah yang terkontaminasi zat radioaktif di Serpong dihentikan saat hujan. Tim mempertimbangkan faktor keselamatan.(CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat gabungan menghentikan proses pengangkutan sisa-sisa kontaminasi zat radioaktif di sebidang tanah di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Proses pembersihan itu dihentikan lantaran hujan mengguyur lokasi tersebut.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara mengatakan hujan mengganggu proses pengangkutan sisa tanah yang terkontaminasi zat radioaktif sehingga tidak bisa dilanjutkan.


"Hujan menyulitkan kita melakukan clean up, terutama pengambilan tanah, selain itu ada faktor keselamatan yang kita pertimbangkan karena banyak genangan air di lokasi," kata Heru, Senin (17/2).


Dia mengatakan aparat gabungan yang terdiri dari Batan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan kepolisian hari ini telah mengangkut 28 drum tanah dari 100 drum yang ditargetkan akan dibawa ke laboratorium Batan.

Pembersihan Zat Radioaktif di Serpong Disetop karena HujanProses pembersihan wilayah yang terkontaminasi zat radioaktif di Serpong, Tangerang Selatan. (CNN Indonesia/Thohirin)
Sejak lima hari proses penggalian dan pengangkutan, aparat gabungan telah mengangkut total 115 drum dengan kedalaman penggalian hingga 30 sentimeter. Ada lima titik penggalian dan pengangkutan sesuai penemuan lima lokasi Caesium 137 oleh Bapeten pada 30-31 Januari lalu.

Heru menambahkan saat ini nilai radiasi telah berkurang usai dilakukan proses pengangkutan. Namun, ia enggan menyebutkan nilai paparan terakhir. Angka itu menurutnya akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Saya tidak ingat nanti biasanya akan kita masukkan dalam press release. Ya nanti mungkin besok, ada rilis," katanya.


"Jadi setiap kali pengukuran ada datanya. Jadi orang bekerja itu maksimal 80 microsievert. Setiap kali pekerja yang habis bekerja satu jam itu dapatnya 2-10 microsievert. Masih jauh banget di bawahnya," tambahnya.

Pembersihan Zat Radioaktif di Serpong Disetop karena HujanPetugas menghentikan proses pembersihan wilayah yang terkontaminasi zat radioaktif di Serpong, Tangerang Selatan. (CNN Indonesia/Thohirin)
Heru menambahkan proses penggalian dan pengangkutan akan kembali dilanjutkan pada Selasa (18/2) hingga 15 hari mendatang dari total 20 hari yang ditargetkan pihaknya.

"Prediksi kita 20 hari. Kalau toh bisa diselesaikan kurang 20 hari, alhamdulillah," ucapnya.

Bapeten telah memastikan paparan radiasi zat radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, bukan disebabkan kebocoran fasilitas milik Batan.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan menduga zat radioaktif yang ditemukan di sepetak tanah kosong itu dibuang oleh seseorang. Pihaknya masih mendalami penyebabnya.

"Jadi, intinya, perlu ditegaskan bahwa ini bukan kebocoran bukan juga kejatuhan (satelit) atau fallout. Semata-mata ini ada yang meletakkan, menaruh, membuang, atau apa pun namanya. Kami akan investigasi lebih lanjut," kata Indra di Serpong, Sabtu (14/2).


[Gambas:Video CNN] (thr/pmg)