Olah TKP, Polisi Bongkar Septic Tank Klinik Aborsi Paseban

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 18:19 WIB
Olah TKP, Polisi Bongkar Septic Tank Klinik Aborsi Paseban Ilustrasi olah TKP. (Istockphoto/ South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat, Senin (17/2). Polisi juga membongkar tangki kakus atau septic tank yang diduga jadi lokasi pembuangan janin hasil aborsi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pembongkaran septic tank itu bertujuan untuk mengambil sampel jasad yang ada di TKP untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium.

"Rencana kita lakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan bahwa memang janin-janin itu ada di septic tank tersebut, kita sudah mengambil sampel-sampel itu," ujar dia, di kantornya, Senin (17/2).


Menurut Yusri, pembongkaran septic tank itu dilakukan atas dasar keterangan dari tiga tersangka yang sebelumnya telah ditangkap. Mereka, kata dia, mengaku bahwa janin hasil aborsi itu dihancurkan dengan menggunakan bahan kimia dan dibuang ke septic tank.

"Bahwa para janin itu dibuang di septic tank, caranya dengan menaruh bahan kimia untuk menghancurkan janin janin itu, yang paling mudah itu janin satu atau dua bulan tidak terlalu kentara," tutur Yusri.

Promosi Bidan

Yusri juga menyebut pihaknya juga sudah mendata 50 orang bidan yang diduga bermitra dengan klinik aborsi ilegal itu. Kemitraan itu berupa promosi dari bidan dan fasilitas dari klinik.

"Masih mendata ada 50 bidan yang ikut jadi mitra di klinik tersebut," kata dia.

Dijelaskannya, 50 bidan itu ikut mempromosikan praktik aborsi tersebut lewat situs ataupun media sosial dengan nama klinik mereka masing-masing.

[Gambas:Video CNN]
Dalam promosinya, para bidan itu menawarkan bahwa praktik aborsi itu dilakukan oleh dokter spesialis dan dilakukan di klinik yang bagus dengan harga terjangkau.

Setelah mendapat pelanggan, bidan itu kemudian mengajak bertemu di tempat yang dijanjikan. Selanjutnya, pasien dibawa ke klinik yang berlokasi di Jalan Paseban.

"Nah, itu yang dilakukan para sindikat ini," ucap Yusri.

Selain mendata bidan, polisi juga tengah memburu seorang dokter berinisial S yang diduga ikut terlibat dalam praktik aborsi ilegal.

Yusri menyebut dokter ini menggantikan peran tersangka MM alias dokter A yang tak bisa praktik lantaran tengah sakit sejak tiga bulan terakhir.

"Dokter S ini kita sedang lakukan pengejaran, dokter S inilah yang telah melakukan tindakan aborsi di sana (Klinik Paseban) setelah mendapat pasien dari bidan yang ada," kata Yusri.

Sebelumnya, polisi membongkar klinik praktik aborsi ilegal yang beralamat di Jalan Paseban, Jakarta Pusat. Dari kasus ini, polisi meringkus tiga tersangka yakni MM alias Dokter A, RM, dan SI.

Klinik tersebut diketahui telah beroperasi selama 21 bulan dan berhasil meraup keuntungan hingga Rp5,5 miliar.

Selama beroperasi, klinik aborsi itu tercatat sudah menerima 1.632 pasien dan sudah mengugurkan kandungan 903 orang di antaranya.

(dis/arh)