Diketahui, pada Pilkada 2015 Idris, yang berpasangan dengan Pradi Supriatna, diusung oleh PKS, Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Depok Hafid Nasir mengaku pihaknya hendak mengusung kader sebagai cawalkot Depok. Sementara, Idris bukan kader PKS meski telah diusung pada 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden PKS Sohibul Iman pun, lanjut Hafid, juga sudah menegaskan nama-nama itu pada pelatihan kader di Cibubur, Depok, Minggu (6/2).
"Sehingga beliau katakan bahwa sampai sekarang kita ditugaskan mengoptimalkan capaian popularitas dan elektabilitas tiga nama bakal calon," ucap Anggota DPRD Kota Depok itu.
[Gambas:Video CNN]
Namun demikian, kata dia, Sohibul masih membuka peluang untuk mengusung calon non-kader seperti Idris untuk merespons dinamika politik yang berkembang.
"Melihat dinamika politik tinggi dan dinamis di Kota Depok, bisa jadi mengambil potensi yang ada di luar tiga nama itu. Tetap ada rekomendasi bakal calon yang disepakati tadi, tinggal bagaimana posisi wali kota dan wakil wali kota," tutur Hafid.
CNNIndonesia.com telah menghubungi Idris untuk meminta tanggapan sikap PKS tersebut. Namun, kepala daerah pelantun lagu 'Hati-hati' yang diputar di lampu merah Depok itu tidak merespons pesan singkat dan panggilan telepon yang dilayangkan CNNIndonesia.com hingga berita ini ditayangkan.
Pasangan Idris-Pradi berhasil memenangkan pertarungan dengan mengantongi 61,87 persen suara, mengalahkan paslon Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang meraih 38,13 persen suara.
(dhf/arh)