Utamakan Kader, PKS Tak Lirik M Idris untuk Pilkada Depok

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 17:06 WIB
Utamakan Kader, PKS Tak Lirik M Idris untuk Pilkada Depok Wali Kota Depok Mohammad Idris disebut tak lagi dipertimbangkan PKS untuk Pilwalkot Depok 2020. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mempertimbangkan nama Wali Kota Depok Mohammad Idris sebagai bakal calon Wali Kota Depok pada Pilkada 2020.

Diketahui, pada Pilkada 2015 Idris, yang berpasangan dengan Pradi Supriatna, diusung oleh PKS, Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Depok Hafid Nasir mengaku pihaknya hendak mengusung kader sebagai cawalkot Depok. Sementara, Idris bukan kader PKS meski telah diusung pada 2015.


"Beliau eksternal, kita usung beliau di 2015 dari independen. Karena memang PKS ingin mengedepankan kader-kader, kita partai dakwah, kita juga ingin kader-kader yang punya potensi. Kalau bisa mengusung kader, kenapa tidak," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (18/2).

Hafid mengklaim tak ikut andil terkait tidak masuknya nama Idris sebagai kandidat wali kota Depok yang diusung PKS. Dia mengaku hanya menjalankan rekomendasi dari Dewan Pimpinan WIlayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

PKS Jabar, kata dia, hanya merekomendasikan tiga nama di Depok, yaitu Hafid Nasir, Imam Budi Hartono, dan Farida Rahmayanti.

Presiden PKS Sohibul Iman pun, lanjut Hafid, juga sudah menegaskan nama-nama itu pada pelatihan kader di Cibubur, Depok, Minggu (6/2).

"Sehingga beliau katakan bahwa sampai sekarang kita ditugaskan mengoptimalkan capaian popularitas dan elektabilitas tiga nama bakal calon," ucap Anggota DPRD Kota Depok itu.

[Gambas:Video CNN]
Namun demikian, kata dia, Sohibul masih membuka peluang untuk mengusung calon non-kader seperti Idris untuk merespons dinamika politik yang berkembang.

"Melihat dinamika politik tinggi dan dinamis di Kota Depok, bisa jadi mengambil potensi yang ada di luar tiga nama itu. Tetap ada rekomendasi bakal calon yang disepakati tadi, tinggal bagaimana posisi wali kota dan wakil wali kota," tutur Hafid.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Idris untuk meminta tanggapan sikap PKS tersebut. Namun, kepala daerah pelantun lagu 'Hati-hati' yang diputar di lampu merah Depok itu tidak merespons pesan singkat dan panggilan telepon yang dilayangkan CNNIndonesia.com hingga berita ini ditayangkan.

Sebelum menjadi Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjabat wakil dari Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Dengan menyandang status petahana, Idris diusung oleh PKS, Partai Gerindra, dan dua partai lainnya pada Pilkada Serentak 2015.

Pasangan Idris-Pradi berhasil memenangkan pertarungan dengan mengantongi 61,87 persen suara, mengalahkan paslon Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang meraih 38,13 persen suara.

(dhf/arh)