Kubu Zulhas: Posisi Amien Rais di PAN Tidak Tergantikan

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 19:27 WIB
Kubu Zulhas: Posisi Amien Rais di PAN Tidak Tergantikan Amien Rais. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Tim Pemenangan Zulkifli Hasan dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Ketum PAN) periode 2020-2025, Yandri Susanto, menyatakan bahwa posisi Amien Rais di PAN tidak tergantikan.

Menurutnya, Amien adalah pendiri, tokoh, dan orangtua yang harus dihormati oleh seluruh kader PAN.

"Dia [Amien Rais] adalah orang hebat yang harus kami hormati kapanpun, dimanapun," kata Yandri kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (18/2).
Namun, dia tidak bisa memastikan apakah Amien tetap memiliki jabatan di struktur PAN periode 2020-2025. Menurutnya, kewenangan untuk menentukan hal tersebut berada di tangan Zulhas sebagai Ketum PAN terpilih sekaligus formatur tunggal kepengurusan mendatang.


"Pak Amien adalah panutan kami, kami pastikan bahwa Pak Amien adalah pendiri partai ini, maka tidak ada yang boleh menghina Pak Amien," tuturnya.

Bursa Sekjen

Yandri berbicara terkait sosok-sosok yang masuk dalam bursa calon sekretaris jenderal (sekjen) di kepengurusan mendatang.

Ia mengakui bahwa sejumlah nama telah beredar sebagai calon mulai dirinya, Eddy Soeparno, Tjatur Sapto Edy, Asman Abnur, hingga Eko Hendro Purnomo.

[Gambas:Video CNN]


Menurutnya, jumlah calon sekjen yang banyak itu menunjukkan bahwa PAN tidak pernah kekurangan kader untuk mengisi kursi pemimpin partai.

"Itu menunjukkan bahwa kader-kader PAN tidak kekurangan stok untuk di kursi orang nomor dua," ucap Ketua Komisi VIII DPR RI.

Namun, ia menyarankan agar semua kader PAN untuk menunggu hasil penyusunan nama pengurus yang tengah digodok oleh Zulhas. Ia yakin Zulhas akan memilih sosok yang tepat untuk menduduki jabatan Sekjen PAN periode mendatang.

"Saya yakin Zulhas akan memilih orang yang paling tepat. Saya kira Zulhas tahu apa yang akan diputuskan," tutur Yandri.

Ia menambahkan, kepengurusan PAN periode mendatang membutuhkan Dewan Pakar dan lembaga advokasi.
(mts/ugo)