Pilkada 2020, PDIP Yakin Tak Ada Lawan di 6 Daerah di Jateng

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 03:07 WIB
Pilkada 2020, PDIP Yakin Tak Ada Lawan di 6 Daerah di Jateng PDIP yakin bakal melawan kotak kosong di 6 daerah pada Pilkada 2020 (CNNIndonesia/Safir Makki)
Semarang, CNN Indonesia -- PDIP optimis melawan kotak kosong di 6 daerah di Jawa Tengah pada Pilkada 2020. Kotak kosong yang dimaksud adalah tidak ada lawan dalam kontestasi. Sejauh ini, belum nampak ada calon pasangan kepala daerah dari parpol lain yang bertekad mengikuti kontestasi.

Keenam daerah tersebut adalah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali.

"Misalnya di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Sampai tahapan rekom ini keluar, partai lain tidak mengusulkan, belum muncul nama dari parpol lain. Namun justru beberapa merapat ke PDIP. Berarti kan enggak ada lawan, lawannya kotak kosong nanti," ujar pria yang Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto di Semarang, Kamis (20/2).


Bambang mengatakan, jika nanti benar-benar tidak ada pasangan lain yang menjadi penantang, maka akan meringankan kerja PDIP. Bambang yakin akan hal itu.

 "Kalau lawan bumbung kosong, enggak ada pertarungan, kami konsolidasi saja," ungkap Bambang.

Meski demikian, PDIP tidak ingin terlena sejak dini. PDIP tetap memanaskan mesin partai melalui  Reorganisasi di tingkat ranting, anak ranting, dan PAC. Semuanya ditempa dalam rangka menghadapi pertarungan.

"Kita di DPD tetap gak mau terlena. Mesin partai tetap kita jalankan optimal. DPD juga supporting untuk masing-masing kabupaten/kota, kita support penuh, kita sampaikan ke DPP calon-calon yang berpotensi menang," tambah Bambang.

[Gambas:Video CNN]
PDIP menargetkan meraih kemenangan di 12 dari  21 Kabupaten/Kota. Pilkada 2020 sendiri bakal digelar di 270 daerah. Di antaranya, 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.
 
Sebanyak 12 paslon yang telah direkomendasikan DPP PDI Perjuangan untuk maju pilkada di Jateng adalah Joko Sutopo - Sriyono (Kabupaten Wonogiri), Kusdinar Untung Yuni Sukowati - Suroto (Kabupaten Sragen), Agus Sukoco - Eko Priyono (Kabupaten Pemalang), Hendrar Prihadi - Hevearita G Rahayu (Kota Semarang), Sri Sumarni - Bambang Pujiyanto (Kabupaten Grobogan).

Kemudian, Sri Mulyani - Aris Prabowo (Kabupaten Klaten), Mohammad Said Hidayat - Wahyu Irawan (Kabupaten Boyolali), Esti'anah - Joko Sutanto (Kabupaten Demak), Ngesti Nugraha - Basari (Kabupaten Semarang), Arif Sugiyanto - Rista (Kabupaten Kebumen), Arif Rohman - Tri Yuli Setyowati (Kabupaten Blora), Dyah Hayuning Pratiwi - Sudono (Kabupaten Purbalingga).
(dmr/bmw)