Hasil Pemeriksaan 9 Warga Terpapar Radioaktif Masih Rahasia

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 03:30 WIB
Hasil Pemeriksaan 9 Warga Terpapar Radioaktif Masih Rahasia Publikasi hasil pemeriksaan terhadap warga Batan Indah, Serpong terkait radioaktif diundur (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tangerang, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) belum bisa memastikan hasil pemeriksaan 9 warga akibat temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. 

Pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) sebelumnya dilakukan kepada 9 warga di blok H, I, dan J di Perumahan Batan Indah. Pemeriksaan dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di bawah Bapeten untuk memastikan tak ada warga terpapar radiasi akibat temuan zat radioaktif dekat rumah mereka.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar mengatakan saat ini proses pemeriksaan masih dalam tahap finalisasi di laboratorium milik Batan. 


"Untuk hasil WBC, tadi Kepala Batan menyatakan masih finalisasi, mudah-mudahan siang atau sore ini bisa diserahkan ke Bapeten," kata Qohhar lewat pesan singkat, Kamis (20/2). 

Dengan demikian, jadwal pengumuman hasil pemeriksaan mundur dari rencana semula, yakni dua hari usai pemeriksaan dilakukan pada Senin lalu (17/2). 

Sementara itu, Kabag Humas Batan, Purnomo menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan masih dalam tahap finalisasi di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Batan. Purnomo juga belum memastikan kapan hasilnya bisa diumumkan. 

"Jadi ini memang butuh waktu untuk finalisasi. Secepatnya kalau memang itu sudah selesai dan hasilnya sudah diserahkan ke Bapeten, akan segera dikabari," kata Purnomo di Perumahan Batan Indah, Kamis (20/2).

[Gambas:Video CNN]

Proses pengangkutan tanah terkontaminasi zat radioaktif cesium-137 masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Batan dan Bapeten. Hingga Kamis (20/2), Heru mengatakan tim telah mengangkut 31 drum untuk dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR). 

Totalnya, hingga hari ini, tim telah mengangkut total 306 drum tanah terpapar dengan kedalaman galian hingga satu meter. 

Batan juga mengklaim nilai radiasi terus menurun sejak proses penggalian dilakukan. Terakhir, angkanya sudah mencapai 9 microsievert. Proses itu akan terus dilakukan hingga angka paparan dinilai normal dengan 0,03 microsievert. 

"Nanti tinggal tunggu langkah berikutnya, yakni remediasi," kata Purnomo. 
(thr/bmw)