Batan Klaim Paparan Zat Radioaktif di Serpong Turun 90 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 14:27 WIB
Batan Klaim Paparan Zat Radioaktif di Serpong Turun 90 Persen Sisa zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong diklaim hanya tinggal 10 persen. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) melanjutkan proses pembersihan sisa-sisa zat radioaktif yang mengontaminasi sebidang tanah di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Batan, Heru Umbara mengklaim nilai paparan sudah menurun hingga 90 persen dengan angka radiasi sekitar 7 microsievert di hari keenam. Angka itu turun dari semula sekitar 200 microsievert di hari pertama proses pembersihan.

"Jadi kalo dari segi penurunannya di atas 90 persen, tinggal kira-kira 10 persen lagi," kata Heru kepada wartawan di lokasi, Selasa (18/2).


Hingga Selasa (18/2) siang, Heru mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Batan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), dan pihak kepolisian telah mengangkut 57 drum berisi tanah terkontaminasi caesium 137 tersebut.


Totalnya, sejak hari pertama, tim gabungan telah mengangkut 172 drum dengan tingkat kedalaman galian hingga 80 sentimeter. Drum-drum itu, kata Heru, akan dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif milik Batan untuk diproses lebih lanjut.

Heru mengatakan proses pengangkutan akan dilanjutkan hingga sore nanti. Sama seperti hari sebelumnya, hari ini timnya telah menyiapkan sekitar 100 drum untuk mengangkut tanah-tanah terkontaminasi zat radioaktif.

"Ini memang terlihat sekali progresnya sehingga saya berharap dalam waktu dekat, mungkin beberapa hari ke depan, bahwa daerah ini sudah clean," katanya.

Heru berharap proses pembersihan bisa berjalan lebih cepat dari 20 hari yang ditargetkan, sehingga proses proses remediasi atau pemulihan lingkungan bisa segera dilakukan.

Hari ke-6 Batan Klaim Paparan Zat Radioaktif Turun 90 PersenProses pembersihan lokasi yang terkontaminasi zat radioaktif di Serpong, Tangerang Selatan. (CNN Indonesia/Thohirin)
Rencananya untuk remediasi, kata Heru, akan menutup tanah-tanah bekas galian dengan tanah baru yang diambil dari luar. Beberapa pohon yang ditebang karena terkontaminasi nantinya juga akan diganti dengan pohon baru.


Untuk penebangan pohon atau vegetasi, serta unggas yang akan diteliti hingga sejauh ini pihaknya masih menunggu proses clean up selesai dilakukan.

"Melihat progres seperti ini saya jadi senang. Mudah-mudahan tidak sampai 20 hari, ini baru enam hari ya. Itu clean up," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Tak Ada Karantina

Sementara itu, Batan membantah sembilan warga yang menjalani proses pemeriksaan terkait paparan zat radioaktif akan dikarantina. Hal ini merespons isu yang beredar.

"Tidak ada hal seperti itu. Jadi di sini silakan warga keluar rumah, beraktivitas seperti biasa, tidak ada hal khusus," ujarnya.

Meski tak membatasi kegiatan di sekitar lokasi paparan, namun Batan melarang warga melewat garis batas aman dalam radius sekitar 10 meter titik zona panas paparan.

Soal pemeriksaan sembilan warga, Heru mengatakan saat ini prosesnya sudah dilakukan. Untuk hasilnya, nanti akan diumumkan dalam dua hari ke depan.

Hari ke-6 Batan Klaim Paparan Zat Radioaktif Turun 90 PersenPembersihan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Batan, kata Heru, tak akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap warga lain. Sembilan warga yang telah menjalani pemeriksaan itu dipilih melalui sistem random. Mereka dipilih berdasarkan jarak dari zona panas paparan.

"Random tuh yang paling dekat sini berapa orang, yang di tengah berapa orang, jauh dari sini berapa orang, nanti kita analisis hasilnya, jadi seperti itu," tambah Heru.


Ia mengatakan pihaknya sejauh ini juga masih meneliti vegetasi atau tanaman untuk selanjutnya akan ditebang jika dinyatakan positif terkena paparan unsur caesium-137 tersebut. Tanaman atau pohon yang akan ditebang terutama adalah pohon berbuah di dekat lokasi paparan.

Sementara untuk hewan liar maupun ternak seperti ayam, hal yang sama mungkin akan dilakukan. Namun, Heru menjelaskan ayam memiliki kemungkinan kecil untuk terpapar sebab tak selalu berada di zona panas paparan.

"Karena kan tanaman tumbuhnya di situ terus, 24 jam di situ. Kalo ayam kan kalo ada makanan baru ke sana, setelah itu pergi kemana gitu, artinya dari segi urgensinya itu mungkin bisa nanti, kata Heru.

Ia menambahkan pada hari keenam proses pembersihan, pihaknya masih mengerjakan hal prioritas. Beberapa di antaranya seperti pengangkutan sisa tanah terkontaminasi hingga pengecekan air tanah.

"Dan Alhamdulillah tidak terdeteksi adanya cesium di air, itu yg paling penting, saya sangat lega sekali mendengar hasil analisis," kata Heru.

(thr/pmg)