Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi berita sebelumnya yang menyebut Kemenhan membuka peluang bagi para eks teroris untuk ikut mendaftar pelatihan Komcad.
"Tentu tidak bisa mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) bila nanti program tersebut berjalan," kata Dahnil melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (21/2).
Program Komponen Cadangan sendiri menurut Dahnil memiliki syarat-syarat yang cukup ketat untuk diikuti oleh masyarakat. Mereka yang mendaftar akan diseleksi oleh TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program ini kata dia dilakukan untuk menanamkan kembali rasa cinta tanah air dan memberikan pemahaman yang moderat terkait NKRI.
"Dan apabila program deradikalisasi tersebut sukses mereka berhasil dimoderasi serta telah tertanam nilai-nilai cinta negara dan memiliki semangat bela negara tentu mereka bisa ikut program-program bela negara," mata Dahnil.
[Gambas:Video CNN]
Dalam kesempatan itu, Dahnil juga menjelaskan bahwa prpgram Bela Negara ini juga telah diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 29 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).
"Telah dijelaskan ada program bela negara yang berupaya menanamkan nasionalisme dan patriotisme sesuai profesinya masing-masing dan ini bukan program pelatihan militer," katanya.
(tst/gil)