Kronologi Siswa Terseret Arus: Sungai di Lereng Merapi Meluap

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 20:15 WIB
Kronologi Siswa Terseret Arus: Sungai di Lereng Merapi Meluap Ilustrasi. (LifeofPix)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Insiden ratusan siswa terseret arus sungai di Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bermula dari kegiatan susur sungai ratusan siswa terkait ekstrakulikuler Pramuka.

Sebelumnya, sudah ada peringatan perkiraan hujan deras turun di sekitar daerah itu.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Pristyawan, mengungkapkan ada 256 siswa tersebut tengah mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Sempor.


"Sebenarnya pada pukul 13.15 WIB, BMKG DIY telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, termasukndi wilayah Turi. Kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga pukul 15.45 WIB," jelas dia, melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (21/2) malam.

Pembaruan data prakiraan cuaca pada pukul 15.00 WIB masih menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 15.30 WIB, salah satunya di wilayah Sleman.

Pristawan menyebut sekitar pukul 13.00 - 18.45 WIB hujan melanda di wilayah Sleman. Sungai-sungai di lereng Gunung Merapi pun meluap. Di saat yang sama, ratusan siswa SMP N 1 Turi itu masih beraktivitas di sungai. Sekitar pukul 15.30 WIB, insiden di sungai pun terjadi.

"Tiba-tiba datang aliran besar dari hulu," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

Data dari Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) DIY menyebutkan peserta itu terdiri dari Kelas 7 mencapai 129 siswa, absen 51 orang; dan Kelas 8 berjumlah 127 siswa, absen 120 orang.

"Dari jumlah total siswa 256 orang, yang sudah terdata berjumlah 186 orang," ungkap data itu.

"Korban yang sudah diketemukan berjumlah 6 orang siswa, dalam keadaan meninggal dunia," lanjut data tersebut.


Sejauh ini, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran dan pencarian terhadap korban hilang. Jumlah korban hilang masih belum bisa dipastikan.

Posko operasi lapangan bertempat di rumah warga, di Donokerto, Turi, Sleman, dengan pimpinan posko dari BASARNAS. Posko laporan orang hilang atau data berada di SMPN 1 Turi, dipimpin oleh Kapolsek Turi.

(tri/arh)