Kapolda Maluku: Mungkin Memang Ada Polisi Tak Pakai Mata Hati

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 22:50 WIB
Kapolda Maluku Irjen Baharudin Djafar mengajak masyarakat untuk mengawasi dan mendorong polisi agar menjalankan tugas dengan lebih baik Ilustrasi polisi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar mengamini ada kemungkinan anggota polisi yang tidak menggunakan mata hati saat menjalankan tugasnya. Karenanya, dia meminta masyarakat membantu agar anggota polisi bisa lebih baik.

"Mungkin saja ada polisi yang tidak menggunakan mata hati saat bertugas maka saatnya kita ajak untuk menggunakan mata hati dalam bertugas dan melayani umat," ucap Djafar di Ambon, Maluku, mengutip Antara, Jumat (21/2).

Djafar mengatakan itu usai melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjid Raya Al Fatah Ambon. Banyak jemaah yang mendengarkan pernyataannya. Diketahui, Djafar memang suka memberikan ceramah.


Dalam kesempatan yang sama, Djafar menegaskan bahwa polisi adalah pelayan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu turut mendorong polisi agar menjalankan tugas dengan lebih baik setiap saat.

"Polisi bisa masuk surga kalau kerjanya baik," tuturnya.

Djafar mengatakan dalam waktu dekat juga akan ada perekrutan anggota polisi. Berkenaan dengan hal itu, dia kembali meminta masyarakat untuk turut mengawasi proses perekrutan.

Masyarakat, lanjutnya, jangan sungkan untuk melaporkan bilamana ada perekrutan anggota polisi dengan cara yang buruk. Misalnya jika ada oknum yang meminta uang untuk meloloskan calon anggota polisi.

"Polisi juga akan masuk neraka jahanam jika awal masuknya salah dan kerja buruk, semoga polisi di Maluku semuanya baik-baik dan bisa masuk surga," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) pernah mencatat bahwa kekerasan yang dilakukan oleh polisi mencapai 643 kasus. Hal itu berdasarkan data Juni 2018-Mei 2019.

Koordinator KontraS Yati Andriyani menyebut kekerasan yang dimaksud berupa penembakan, penyiksaan, penganiayaan dan lain-lain.

Mabes Polri angkat suara. Mantan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Dedi Prasetyo mengklaim kasus kekerasan yang dilakukan oleh anggota polisi tergolong sedikit jumlahnya.

Polri, kata Dedi, menangani jutaan kasus setiap tahun. Menurutnya, lebih banyak kasus yang ditangani tanpa ada tindakan kekerasan.

"Tentu ada kejadian-kejadian (kekerasan) tersebut, kejadian tersebut hanya di bawah tiga persen kurang," ujar Dedi kepada wartawan, Senin (1/7).
(Antara/bmw)