Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menjelaskan kebijakan tersebut tertuang dalam Permendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Ekstrakurikuler Wajib mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK.
"Momentum kasus ini, KPAI mendorong Kemdikbud RI untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang menjadi Pramuka sebagai ekskul yang wajib diambil setiap anak, bahkan mempengaruhi kenaikan kelas," kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masifnya pendidikan kepramukaan menyebabkan hal-hal yang esensial menjadi terlupakan," kata Retno.
Tim gabungan mencari korban yang masih hilang dalam insiden ratusan siswa hanyut di Sleman, DIY. (AP Photo) |
Retno mengatakan KPAI memandang kegiatan susur sungai bagi anak-anak usia SMP tidak tepat, apalagi dilakukan pada musim hujan seperti saat ini. Idealnya, menurutnya, susur sungai dilakukan oleh orang-orang dewasa.
"Anak dan remaja tidak boleh susur sungai, Orang dewasa yang dimaksud adalah mereka yang telah memiliki keterampilan. Seperti TNI, Mapala, komunitas sungai, mereka-mereka yang telah terbiasa," ujarnya.
Dalam kasus hanyutnya ratusan siswa-siswa SMPN 1 Turi, beberapa di antara korban selamat mengaku belum pernah menyusuri sungai sebelumnya.
Retno mengatakan bagi anak dan remaja, susur sungai bisa dilakukan di luar (aliran) sungai. Mereka tidak perlu berjalan di dalam aliran sungai, sebab kegiatan tersebut berisiko tinggi dan hanya diperkenankan dilakukan orang yang terlatih dan terbiasa.
Retno mengatakan kegiatan susur sungai yang dilakukan ratusan murid SMPN 1 Turi harus dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah beserta jajarannya.
"Selain kepolisian, juga ada kepegawaian (guru), ini bertanggung jawab juga. Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan nanti," ujarnya.
Dia pun menyayangkan pihak-pihak terkait yang mengabaikan peringatan cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dari BMKG. Oleh karena itu, ia melihat ada kelalaian sehingga menyebabkan beberapa anak tewas.
"Artinya sampai ini (peringatan cuaca BMKG) tidak menjadi pertimbangan ya tentu ada kelalaian sampai mengakibatkan korban jiwa," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (ndn/pmg)
Tim gabungan mencari korban yang masih hilang dalam insiden ratusan siswa hanyut di Sleman, DIY. (AP Photo)