Siswa Tewas Saat Susur Sungai, GKR Mangkubumi Pastikan Sanksi

CNN Indonesia | Sabtu, 22/02/2020 14:24 WIB
Siswa Tewas Saat Susur Sungai, GKR Mangkubumi Pastikan Sanksi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DIY, GKR Mangkubumi menilai ada kelalaian dalam peristiwa hanyutnya siswa saat susur sungai di Sleman. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Sleman, CNN Indonesia -- Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menilai ada kelalaian tim pembina dalam peristiwa hanyutnya siswa SMP Negeri 1 Turi saat melakukan susur sungai, Jumat (21/2).

Dia mengatakan semestinya pada setiap kegiatan Pramuka dalam bentuk apapun itu ada koordinasi dengan pihak sekolah.


"Semua pasti ada sanksinya," tegas Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X ini saat jumpa pers di SMP Negeri 1 Turi, Sabtu (22/2/2020).


Hanya saja, pihaknya menyatakan kasus tersebut perlu diselidiki lebih lanjut oleh pihak Kwarcab Pramuka Kabupaten untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Sementara Kepala Sekolah SMP N 1 Turi, Tutik Nur Diana mengatakan susur sungai merupakan kegiatan yang biasa dilakukan pihak sekolah.

"Itu murni kegiatan sekolah dan tujuh pendampingnya juga dari sekolah," ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa enam orang dari pihak sekolah. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti, siapa pihak yang paling bertanggung-jawab dalam peristiwa tersebut.

Siswa Hanyut Saat Susur Sungai, Mangkubumi Pastikan SanksiUpaya pencarian siswa SMPN 1 Turi yang hanyut terseret arus banjir Sungai Sempor di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. (ANTARA/HO-Rony Arya)


Dalam peristiwa itu, dua dari tiga siswa SMPN 1 Turi yang hanyut telah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (22/2) dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.

"Alhamdulillah dua korban berhasil ditemukan, tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, dikutip dari Antara.

Ia mengatakan kedua korban yang berhasil ditemukan tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Turi dan belum teridentifikasi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Turi, Pinky Christina Dewi membenarkan ada satu jenazah dalam kantong yang telah dibawa ke Puskesmas, pada Sabtu (22/2), sekitar pukul 10.30 WIB. Saat ini korban sedang diidentifikasi.

Insiden air sungai Sempor yang tiba-tiba meluap membuat ratusan siswa SMPN 1 Turi yang sedang mengikuti susur sungai Pramuka terseret arus.

Setelah dua jenazah ditemukan pada siang ini, total sembilan korban meninggal dunia atas insiden tersebut, sementara 23 siswa luka-luka dan 216 selamat.


[Gambas:Video CNN] (sut/pmg)