"Sampai saat ini Tim SAR gabungan masih berusaha mencari korban yang belum ditemukan. Kami akan tunggu sampai siang, jika belum ketemu, maka kami akan minta bantuan Pasukan Katak," kata Bupati Sleman Sri Purnomo usai menyampaikan pengarahan kepada para kepala sekolah menengah pertama/madrasah ibtidaiah di Sleman, Sabtu, seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, Pasukan Katak dibutuhkan mempertimbangkan kemungkinan terdapat palung-palung yang dalam di aliran Sungai Sempor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh korban meninggal dunia karena insiden tersebut, 23 siswa luka-luka dan 216 selamat.
Siswa yang terluka dua di antaranya menjalani rawat inap di Puskesmas Turi dan 21 lainnya menjalani rawat jalan.
Hingga Sabtu pagi ini Tim SAR gabungan masih berupaya mencari siswa yang belum ditemukan di enam titik pantau.
Sementara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sedang menyelidiki insiden ini untuk mencari pihak yang bertanggung-jawab.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta Wahyu Efendi menuturkan insiden ini tidak didahului tanda-tanda hujan di lokasi kejadian dan air meluap secara tiba-tiba.
"Cuaca saat kejadian berawan. Tidak ada tanda hujan. Aliran sungai tidak terlalu deras, saat susur tiba-tiba meluap," kata Wahyu Efendi. (antara/vws)