Siswa SMP Terseret Arus, Pemkab Minta Bantuan Pasukan Katak

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/02/2020 11:34 WIB
Siswa SMP Terseret Arus, Pemkab Minta Bantuan Pasukan Katak Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah pramuka SMPN Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Sleman akan meminta bantuan dari Pasukan Katak TNI Angkatan Laut untuk mencari tiga siswa SMPN 1 Turi yang pada Jumat (21/2) hanyut di Sungai Sempor.

"Sampai saat ini Tim SAR gabungan masih berusaha mencari korban yang belum ditemukan. Kami akan tunggu sampai siang, jika belum ketemu, maka kami akan minta bantuan Pasukan Katak," kata Bupati Sleman Sri Purnomo usai menyampaikan pengarahan kepada para kepala sekolah menengah pertama/madrasah ibtidaiah di Sleman, Sabtu, seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, Pasukan Katak dibutuhkan mempertimbangkan kemungkinan terdapat palung-palung yang dalam di aliran Sungai Sempor.


Sebelumnya insiden air sungai Sempor yang tiba-tiba meluap membuat ratusan siswa SMPN 1 Turi yang sedang mengikuti susur sungai Pramuka terseret arus.

Tujuh korban meninggal dunia karena insiden tersebut, 23 siswa luka-luka dan 216 selamat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan tujuh siswa yang meninggal dunia semuanya sudah diidentifikasi dan jenazahnya sudah diserahkan kepada keluarga.

Siswa yang terluka dua di antaranya menjalani rawat inap di Puskesmas Turi dan 21 lainnya menjalani rawat jalan.

Hingga Sabtu pagi ini Tim SAR gabungan masih berupaya mencari siswa yang belum ditemukan di enam titik pantau.

Sementara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sedang menyelidiki insiden ini untuk mencari pihak yang bertanggung-jawab.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta Wahyu Efendi menuturkan insiden ini tidak didahului tanda-tanda hujan di lokasi kejadian dan air meluap secara tiba-tiba.

"Cuaca saat kejadian berawan. Tidak ada tanda hujan. Aliran sungai tidak terlalu deras, saat susur tiba-tiba meluap," kata Wahyu Efendi. (Antara/vws)