Eks Simpatisan OPM Serahkan Senjata dan Peluru ke TNI

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 10:50 WIB
TNI mengklaim penyerahan senjata api dan amunisi oleh eks simpatisan OPM di perbatasan RI-PNG tak lepas dari kedekatan dengan warga. Ilustrasi senjata api. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- TNI menerima senjata api jenis CIS beserta 2 butir amunisi kaliber 22 dari mantan simpatisan kelompok Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) berinisial YK (54).

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia - Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Pos Toray Mayor Inf Rizky Aditya mengatakan penyerahan senjata itu bermula saat upacara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada 15 Januari.

Saat itu, YK, warga Kampung Toray, menyampaikan kepada anak angkatnya yang merupakan anggota Pos Toray, yakni Prajurit Kepala Andri E Ginting, bahwa dirinya memiliki senjata api yang disimpan di hutan. Hal itu kemudian ditindaklanjuti pihaknya.


"Tepatnya pada hari Sabtu (22/2) pukul 23.00 WIT telah datang ke Pos Toray warga Kampung Toray bernisial YK (54) yang secara sukarela menyerahkan 1 pucuk senjata api jenis CIS dan 2 butir munisi kaliber .22 dan diterima secara langsung oleh Danpos Toray Letda Inf Wesly Baslius Tanaem," tutur Rizky, dalam siaran pers TNI, Senin (24/2).

Menurut pengakuannya, kata Rizky, YK merupakan mantan simpatisan TPN/OPM. Senjata api tersebut adalah pemberian dari saudaranya berinisial APG (60) yang merupakan warga Kampung Toray yang telah meninggal dunia.

[Gambas:Video CNN]
Setelah dilaksanakan pemeriksaan senjata api dan amunisi tersebut, pihaknya sudah melaporkan dan menyerahkannya diserahkan ke Kolaksops Korem 174/ATW.

Rizky menyebut penyerahan senjata itu tak lepas dari kedekatan anggota TNI dengan warga lokal.

"Saat penyerahan senjata yang bersangkutan mengatakan, bahwa kedekatan anggota Pos Toray dengan warga Kampung Toray terkhusus dirinya, sangat berbeda dengan Satgas-satgas sebelumnya, sehingga membuatnya simpati dan berkeinginan menyerahkan senjata api tersebut," ujarnya, yang merupakan alumni Akmil tahun 2003 itu.

Sebelumnya, sejumlah senjata TNI dan Polri dikabarkan berada di tangan warga ataupun simpatisan OPM. Misalnya, senjata api milik anggota TNI yang tewas dalam kecelakaan Helikopter MI-17 di Papua, beberapa waktu lalu.

(arh/sur)