"Kan kemarin naik tuh air, saya berinisiatif mengecek saluran air yang dibangun di atas trotoar baru," kata Prasetyo kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/2).
"Setelah dicek ternyata banyak ada kayu sisa sisa pembangunan di bak kontrol nya. Ya wajar mampet dan banjir," sambung politikus PDIP tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kan susah dibukanya sampai kita paksa buka. Ya kalau mampet bagaimana mau buka kan jadi susah," beber dia.
Atas dasar hal tersebut, Prasetyo menduga sejumlah titik di kawasan Jakarta Pusat yang tak pernah tergenang justru kebanjiran salah satunya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang berada di Jalan Diponegoro pada Minggu (23/2) lalu.
"Istilahnya cakep dari luar, tapi pas kita bongkar dan lihat ke dalam berantakan. Ini yang harus jadi perhatian. Wajar banjir kan sampai RSCM juga," kata dia.
Genangan air yang merendam peralatan medis di RSCM. (Dok. RSCM) |
Prasetyo mengatakan DPRD DKI akan segera memanggil dinas terkait untuk meminta kejelasan terkait penanganan lebih lanjut.
"Akan kita panggil melalui Komisi D dinas SDA dan Bina Marga sebenarnya bagaimana ini antisipasi mereka," kata dia.
Setidaknya, untuk ke empat kalinya Jakarta kembali dilanda banjir dalam dua bulan terakhir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim banjir yang terjadi karena cuaca dan hujan ekstrem. Adapun kawasan yang dilanda banjir beberapa waktu terakhir tergolong kawasan baru.
Beberapa di antaranya ialah kawasan Sunter, Kelapa Gading, dan Pulo Gadung. Sementara di kawasan Jakarta Pusat yang terendam banjir ada di Kemayoran, Cempaka Putih, dan Menteng.
Genangan air yang merendam peralatan medis di RSCM. (Dok. RSCM)