Jakarta Banjir Lagi, DPR Pertanyakan Kerja Anies saat Kemarau

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 20:27 WIB
Jakarta Banjir Lagi, DPR Pertanyakan Kerja Anies saat Kemarau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Aras mempertanyakan kerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Pemprov DKI Jakarta terkait banjir yang berkali-kali melanda Ibu Kota.

Politikus PPP ini berkata Pemprov DKI seharusnya bisa meminimalisir potensi banjir. Sebab ada rentang waktu yang panjang saat musim kemarau untuk persiapan.

"Pemprov DKI Jakarta terlihat kurang serius dalam proses pencegahan banjir yang tiap tahun terjadi di Ibu Kota. Seharusnya, jika mau serius, rentan waktu dari sekitar April hingga Agustus itu sudah cukup untuk mempersiapkan Jakarta tidak banjir saat musim hujan datang," kata Aras dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2).


Dia berujar banjir di Jakarta menjadi perhatian nasional karena berdampak pada aktivitas di Ibu Kota. Aras menyoroti banjir sampai menggenangi ruas jalan tol, jalur lintas bawah, dan objek vital negara.

"Ini tentu dikarenakan ada yang salah dengan sistem drainase Ibu Kota. Bagaimana dengan normalisasi dan naturalisasi sungai-sungai/saluran-saluran air?" ujarnya.

Terpisah, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta DKI berbenah diri dalam sistem penataan kota terkait pencegahan banjir.

[Gambas:Video CNN]
Politisi Partai Golkar itu bilang Anies perlu mengundang ahli untuk menemukan terobosan perbaikan sistem drainase. Selain itu, Bamsoet menilai DKI perlu menambah sumur resapan dan waduk.

"Ini bukan yang pertama kali kita menghadapi musibah banjir, sehingga harus dilakukan langkah-langkah yang permanen agar banjir ke depan tidak terulang," ujar Bamsoet.

Hujan deras melanda DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (24/2) malam hingga pagi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada 290 RW yang terendam banjir hari ini. Sekitar 3.565 orang terdampak kejadian ini. (dhf/wis)