Masih Anak-anak, 6 Tersangka Perusakan AEON Ditahan Terpisah

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 22:37 WIB
Kepolisian melakukan penahanan terpisah terhadap delapan tersangka perusakan fasilitas Mal AEON JGC karena enam di antaranya masih di bawah umur. Polres Metro Jakarta Timur merilis tersangka kasus perusakan fasilitas mal AEON Jakarta Garden City. (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Metro Jakarta Timur menahan delapan orang tersangka kasus perusakan fasilitas di Mal AEON Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. Enam tersangka di antaranya merupakan anak-anak di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan penahanan terhadap enam tersangka tersebut dibedakan dengan dua tersangka lain. Untuk tersangka anak-anak dititipkan sementara di Balai Rehabilitasi Anak.

"Kami akan libatkan pihak Bapas (Balai Permasyarakatan), orang tua, dan dititipkan sementara di Handayani (Balai Rehabilitasi Anak) untuk proses lebih lanjut," kata Suyudi di Mapolres Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (26/2).


Suyudi menambahkan, untuk dua tersangka lainnya saat ini ditahan di Rutan Mapolres Jaktim.

Suyudi menjelaskan lebih jauh, delapan tersangka tersebut merupakan warga dari tiga wilayah yang berada di sisi luar perumahan JGC.

"(Berasal dari) kampung Rorotan, kampung Kayu Tinggi, dan kampung Tambunrengas," kata Suyudi.

Selain itu, Suyudi menerangkan kepolisian total mengamankan 23 orang terkait perusakan Mal AEON. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka yang diamankan pendalaman lebih lanjut, termasuk kemungkinan ada tersangka baru.

[Gambas:Video CNN]

Ratusan warga terdampak banjir sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa Mal AEON JGC, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (25/2). Mereka menuding perumahan JCG menjadi pemicu banjir di pemukiman mereka.


Warga menanyakan tentang soal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pembangunan perumahan tersebut. Selain itu, warga juga meminta pihak manajemen untuk menghentikan pembuangan air ke perumahan warga.

Aksi protes itu kemudian berujung kericuhan. Massa melakukan perusakan sejumlah fasilitas mal. (mjo/osc)