Polisi Sebut Warga Minta Tanggung Jawab AEON JGC soal Banjir

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 21:46 WIB
Kepolisian menyebut ratusan warga berunjuk rasa dan merusak fasilitas di AEON karena merasa pengelolaan air di waduk JGC menyebabkan permukiman mereka banjir. Kawasan pertokoan sekitar AEON Mal yang dirusak warga peserta demonstrasi, Rabu (25/2). (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian menjelaskan duduk perkara unjuk rasa ratusan warga berujung perusakan sejumlah fasilitas Mal AEON Jakarta Garden City, Jakarta Timur. Menurutnya, warga protes dan menuntut pertanggungjawaban pihak JGC atas banjir yang merendam pemukiman mereka.

Arie menuturkan, warga menuding banjir terjadi akibat luapan waduk JGC yang tidak terbendung. Warga menganggap luapan air mengalir ke permukiman.

"Mereka di sana mengadukan terkait pengelolaan air yang ditampung di waduk JGC," kata Arie di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (26/2).


"Mereka menganggap pengelolaan tidak optimal sehingga ketika air di waduk JGC meluap, mengakibatkan banjir di beberapa RW di sekitar JGC," kata dia.

Kendati demikian, Arie mengatakan sebagian warga yang berdemo sempat melakukan mediasi dengan pengelola. Sementara mediasi berlangsung, puluhan warga lainnya malah menuju Mal AEON dan melakukan perusakan. Beberapa dari mereka merusak palang parkir, kamera CCTV, memecahkan kaca, merusak pos pengamanan, dan perusakan fasilitas lainnya.

Arie menjelaskan kedua pihak kini telah menemukan jalan tengah. Ia pun berharap aksi kericuhan serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari.

"Sudah ada solusi akan segera dilaksanakan kegiatan pembuatan saluran agar air yang ada di waduk JGC dialirkan ke BKT," jelas dia.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu pihak PT Modernland Realty Tbk selaku pengelola JGC menjelaskan pembangunan waduk tersebut justru membantu penyerapan air untuk menanggulangi banjir di wilayah lingkar luar perumahan.

Corporate Communication Departemen Head PT Modernland Realty Tbk, Gunawan Setyo Hadi mengaku JGC memiliki dua waduk berupa danau yang mampu menampung sejumlah debit air.

"Kami itu punya dua danau. Satu danau itu luasnya adalah 15,4 Ha. Itu kalau kami pernah hitung, bisa menampung 1 juta kubik debit air. Lalu danau kedua, itu hampir 3 Ha. Kalau kami hitung, itu bisa nampung 200 ribu debit air," jelas dia.

Kendati demikian, Hadi mengakui aliran air di kedua waduk tersebut masih belum sempurna, lantaran hujan dengan intensitas tinggi belakangan ini membuat danau meluap.

"Mungkin yang connecting ke luar itu yang belum sempurna. Jadi kalau itu memang problem di kami," kata dia. (mjo/osc)