Cairan Tenggorokan 188 WNI Diteliti Sebelum Tiba di Sebaru

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 16:19 WIB
Cairan Tenggorokan 188 WNI Diteliti Sebelum Tiba di Sebaru Menkes Terawan Agus Putranto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut 188 WNI ABK Kapal World Dream akan menjalani tes SWAB sebelum menjalani observasi pencegahan virus corona di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. Tes SWAB berupa pengambilan sampel cairan dari bagian belakang hidung dan tenggorokan seseorang.

Selain ABK World Dream, 68 WNI ABK Kapal Diamond Princess yang akan dievakuasi nantinya juga akan dilakukan tes SWAB tersebut.

"Kita akan memeriksa spesimen 188 WNI dari World Dream itu, ditambah 68 dari Diamond Princess, jumlahnya sudah melebihi suspect sebelumnya," kata Terawan, Kamis (27/2).


Saat dimintai keterangan lebih lanjut, Terawan enggan menjelaskan alasan pengambilan spesimen terhadap WNI World Dream dan Diamond Princess tersebut.

Yang jelas, tes SWAB dilakukan terhadap 188 WNI itu di atas KRI Soeharso yang saat ini tengah dalam perjalanan menuju Pulau Sebaru Kecil.

Lebih lanjut Terawan menjelaskan pemeriksaan dilakukan terhadap orang-orang yang memang terindikasi gejala virus corona.

"Jadi tim dokter hanya memeriksa orang-orang yang terindikasi yang dikirim spesimennya," ujarnya.

"Kamu bayangkan kalau setiap orang batuk pilek diperiksa, berapa juta orang yang diperiksa? Bisa jutaan, butuh waktu," kata Terawan.

[Gambas:Video CNN]

Terkait dengan tes SWAB yang tidak dilakukan terhadap 238 WNI yang menjalani observasi di Natuna beberapa minggu lalu, Terawan menyebut para WNI dari Hubei tersebut memang tidak menunjukkan gejala virus corona.

"Yang dari Hubei itu tidak kita ambil spesimennya, orang mereka sehat semua," katanya.

Kepala Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana sebelumnya mengatakan observasi terhadap 188 WNI ini akan dimulai Jumat (28/2) atau ketika mereka tiba di Pulau Sebaru Kecil, usai dievakuasi menggunakan KRI Soeharso.

Untuk observasi itu, Kemenkes menerjunkan 39 dokter spesialis dari multidisiplin. Mereka terdiri dari dokter spesialis paru-paru, dokter spesialis anestesi, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis jiwa, dokter spesialis jantung, dokter psikologi, sanetarian, hingga ahli kesehatan lingkungan.

"Kemenkes menurunkan total 39 orang dari berbagai multidisiplin (dokter spesialis)," kata Budi usai menghadiri upacara gelar pasukan di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (26/2).

Selain itu, 188 WNI juga akan menjalani pemeriksaan ulang di atas Kapal KRI Soeharso selama perjalanan menuju Pulau Sebaru.

"Kami akan lakukan pemeriksaan ulang. Laboratorium dan SWAB, itu kita lakukan di kapal, kemudian nanti turun ke Sebaru untuk observasi," kata Budi. (mel/osc)