Pengungkapan pupuk palsu ini berawal dari keluhan petani di Desa Planggu Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten terhadap pupuk merk NPK-PHONSKA buatan PT.Petrokimia Gresik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para petani merasa pupuk sebanyak 383 sak aneh. Pupuknya lengket di tangan, mudah hancur, dan tanaman tidak berkembang. Selain itu jahitan sak tidak rapi dan cetakan sablonnya mudah luntur.
Setelah membandingkan, kecurigaan semakin kuat. Para petani lantas melapor ke Polres Klaten yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga menangkap Suparlan, pemasok pupuk ke petani.
Dari keterangan Suparlan, polisi mendapatkan nama Achmad Yani (46), warga Desa Sidokumpul Kabupaten Gresik.
Pengembangan kasus ini berujung penggerebekan tujuh pabrik pembuatan pupuk palsu. Empat pabrik berlokasi di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri dan tiga pabrik lokasinya di Kecamatan Gunung Kidul, Yogyakarta.
[Gambas:Video CNN]
Polisi telah menetapkan enam tersangka kasus pupuk palsu. Para tersangka masih menjalani pemeriksaan mendalam.
"Bahan-bahannya yang dipakai itu kaolin, kalsit, baras dan cairan mikroba. Tapi yang di Gunung Kidul dicampur kotoran kelelawar agar seperti bau pupuk asli," tambah Rycko.
(dmr/wis)