BMKG Prediksi Hujan Deras Masih Mengguyur Sepanjang Maret

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 19:55 WIB
BMKG mencatat Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi provinsi yang harus diwaspadai karena berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Maret 2020 Ilustrasi. BMKG mencatat Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi provinsi yang harus diwaspadai karena berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Maret 2020 (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi mengguyur sebagian besar pulau Jawa sepanjang Maret 2020.

"Pada Maret 2020 intensitas hujan ada di menengah hingga tinggi. Daerah yang terkena ialah Sumatera bagian Selatan dan sebagian besar wilayah Jawa cukup tinggi potensi hujannya," kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin di Gedung BNPB Jakarta, Jumat (28/2).

Mining mengungkapkan Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi provinsi yang harus diwaspadai karena berpotensi hujan intensitas tinggi. Kemudian di bagian Timur daerah Sulawesi bagian Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Papua juga harus mewaspadai hujan.

Potensi hujan yang tinggi sejalan pula dengan ancaman banjir yang datang. Untuk Sumatera bagian Utara potensi banjir masih cukup rendah. Berbeda dengan Sumatera bagian Selatan, kata Miming, masih harus mewaspadai banjir.

"Sumatera bagian Selatan dan Jawa sebagian besar. Potensi banjir cukup signifikan kategorinya menengah hingga tingkat tinggi. Begitu juga Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah bagian Utara," beber dia.

[Gambas:Video CNN]


BMKG, kata Miming, mencatat setidaknya dua poin untuk mencegah banjir terkhusus di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Dari data BMKG, akumulasi hujan di hulu relatif lebih tinggi 1,4 kali lipat dari hilir.

Sehingga, kawasan hulu harus mampu menahan air lebih lama. Sementara fenomena wilayah hilir ialah hujan ekstrem yang lebih sering ketimbang wilayah hulu sehingga diperlukan sistem hidrolik seperti pompa yang baik.

"Untuk itu perlu kita ingatkan agar pengelolaan air dari hulu ke hilir harus terintegrasi dan berjalan dengan baik," tutup dia.




(ctr/gil)