33 Ton Sampah Sisa Banjir DKI Diangkut, Mayoritas Perabot

CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2020 10:19 WIB
Petugas mengangkat sampah seberat 33 ton dari lokasi banjir di Kramat Jati, Jaktim, yang mayoritas merupakan perabot rumah tangga. Tumpukan sampah di Pintu Air. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas gabungan mengangkat puluhan ton sampah dari lokasi banjir di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, melalui kegiatan K3 pada Minggu (1/3) pagi.

"Jumlah sampah yang diangkut hingga Sabtu (29/2) mencapai 33 ton," kata Camat Kramat Jati, Eka Darmawan, di Jakarta, dikutip dari Antara.

Penanganan sampah usai banjir di Kecamatan Kramat Jati telah dilaksanakan sejak Rabu (26/2) dan ditargetkan rampung sore ini.


Sampah yang didominasi barang perabotan rumah tangga yang rusak itu diangkat dari Jalan Dato Tonggara RW 10 dan Jalan Irigasi RW 11.

Pada agenda K3 kali ini, pihaknya melibatkan 50 petugas gabungan dari unsur Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) dan Sudin Lingkungan Hidup. "PPSU 30 orang dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur 20 orang," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Sampah yang dikumpulkan petugas kemudian diangkut dengan empat unit dump truck, yang terdiri atas dua unit dump truk besar dan dua unit dump truk kecil.

"Mudah-mudahan sore nanti tuntas supaya sampahnya kita angkut ke Bantar Gebang," kata Eka.

Dikutip dari akun Twitter Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, ketinggian air di sejumlah Pintu Air di DKI belum mengkhawatirkan per Minggu (1/3) pukul 09.00 WIB.

Kesiagaan level tertinggi ada di Pintu Air Angke Hulu, yakni Siaga 2, dengan ketinggian air 260 cm. Sementara, Pintu Air Manggarai (ketinggian air 800 cm), Pasar Ikan (222 cm), dan Karet (460 cm) berstatus Siaga 3. Pintu Air lainnya masih berstatus Siaga 4.




(Antara/arh)