Hal itu ia katakan untuk merespons konflik antara umat Hindu dan Muslim di India belakangan ini usai pemerintah India mengeluarkan UU Kewarganegaraan yang kontroversial.
"Kita menginginkan agar India bersikap seperti kita Indonesia yaitu membangun toleransi, moderasi di dalam beragama. Sebagai negara yang sama-sama majemuk, saya harap India itu seperti yang kita lakukan," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan saja Islam yang moderat, tapi semua agama yang moderat," kata dia.
Situasi di India pascakerusuhan konflik antarumat beragama. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh) |
"Tak hanya bisa rukun tapi bisa merukunkan konflik-konflik di dunia yang terjadi. Saya kira itu konsep kita. Kita ingin negara lain seperti Indonesia lah," kata dia.
Belakangan ini konflik di India terjadi setelah pemerintah setempat menerbitkan UU Kewarganegaraan yang dinilai kontroversial. Isi peraturan itu mengizinkan pemerintah India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.
Akan tetapi, status kewarganegaraan itu hanya diberikan kepada imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Islam.
Alhasil, meletus konflik di pinggiran New Delhi karena dianggap mendiskriminasi umat Islam. Tercatat sebanyak 27 orang dilaporkan meninggal dunia, dan lebih dari 200 orang terluka.
[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)
