Ma'ruf Minta India Contoh Indonesia soal Toleransi Beragama

Tim | CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2020 08:07 WIB
Menyikapi konflik antarumat beragama, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta India meniru Indonesia agar mengedepankan moderasi dan toleransi. Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta India meniru Indonesia yang mengedepankan moderasi dan toleransi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta India mencontoh kondisi kehidupan beragama di Indonesia yang mengedepankan moderasi dan toleransi antarsesama pemeluk agama sebagai negara yang majemuk.

Hal itu ia katakan untuk merespons konflik antara umat Hindu dan Muslim di India belakangan ini usai pemerintah India mengeluarkan UU Kewarganegaraan yang kontroversial.


"Kita menginginkan agar India bersikap seperti kita Indonesia yaitu membangun toleransi, moderasi di dalam beragama. Sebagai negara yang sama-sama majemuk, saya harap India itu seperti yang kita lakukan," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/3).


Lebih lanjut, Ma'ruf menyatakan jalan keluar dari konflik umat di India dapat ditempuh melalui jalan moderasi beragama. Ia menyarankan agar seluruh agama bersikap moderat agar mampu menjaga harmoni dan hubungan kekeluargaan antarsesama.

"Bukan saja Islam yang moderat, tapi semua agama yang moderat," kata dia.

Melihat persoalan itu, Ma'ruf berencana menginisiasi pertemuan dengan seluruh tokoh-tokoh agama di dunia untuk membahas isu moderasi dan toleransi beragama. Pertemuan itu, kata dia, diharapkan bisa membangun kerukunan antarpemeluk agama di seluruh dunia.

Ma'ruf Minta India Contoh Indonesia soal Toleransi BeragamaSituasi di India pascakerusuhan konflik antarumat beragama. (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)


"Tak hanya bisa rukun tapi bisa merukunkan konflik-konflik di dunia yang terjadi. Saya kira itu konsep kita. Kita ingin negara lain seperti Indonesia lah," kata dia.

Belakangan ini konflik di India terjadi setelah pemerintah setempat menerbitkan UU Kewarganegaraan yang dinilai kontroversial. Isi peraturan itu mengizinkan pemerintah India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Akan tetapi, status kewarganegaraan itu hanya diberikan kepada imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Islam.

Alhasil, meletus konflik di pinggiran New Delhi karena dianggap mendiskriminasi umat Islam. Tercatat sebanyak 27 orang dilaporkan meninggal dunia, dan lebih dari 200 orang terluka.


[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER